Sri Mulyantini
Department of Management, Faculty of Economics and Bussiness, UPN“Veteran” Jakarta, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Pengungkapan Manajemen Risiko, Kepemilikan Institusional, dan Sensitivitas Makro Ekonomi Terhadap Financial Distress pada Perusahaan Pelayaran di Bursa Efek Indonesia (BEI) Arlan Wijaya; Jubaedah Nawir; Sri Mulyantini
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 17, No 2 : Al Qalam (Maret 2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v17i2.2008

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh Risk Management Disclosure, Institutional Ownership, dan Macroeconomic Sensitivity terhadap Financial Distress pada Perusahaan Pelayaran di Bursa Efek Indonesia (BEI). Data yang digunakan adalah data panel perusahaan pelayaran di Bursa Efek Indonesia (BEI), periode 2016 - 2020. Penelitian dilakukan dalam dua tahap, pertama pengujian skor potensi financial distress sampel dengan Modified Altman Z- Model skor. Kedua, menguji pengaruh risk management disclosure, Institutional Ownership, dan Macroeconomic Sensitivity terhadap financial distress dengan Logistics Regression menggunakan program Eviews dan tingkat signifikansi 5%. Hasil pengujian tahap pertama diperoleh skor potensial model Altman yang dimodifikasi rata-rata 44,12% perusahaan pelayaran di BEI periode 2016-2020, pada zona distress area. Tahap kedua yaitu pengungkapan Risk Management, Institutional Ownership, dan Macroeconomic Sensitivity yaitu sensitivitas nilai tukar, inflasi, suku bunga, dan harga minyak secara simultan berpengaruh terhadap financial distress. Secara parsial pengungkapan manajemen risiko dan sensitivitas suku bunga berpengaruh signifikan terhadap financial distress, sedangkan Good Corporate Governance, sensitivitas nilai tukar, inflasi, dan harga minyak tidak berpengaruh.