Hadi Susiarno
KSM/Dep Obstetri dan Ginekologi FK Unpad/ RSUP Dr. Hasan Sadikin, Bandung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Gambaran Disfungsi Seksual Wanita pada Tenaga Medis di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung Ivan Ghozali; Andi Rinaldi; Hadi Susiarno
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 6 Nomor 1 Maret 2023
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/obgynia/v6n1.342

Abstract

Tujuan: mengetahui gambaran disfungsi seksual wanita pada tenaga medis usia reproduksi di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung (RSHS)Metode: penelitian ini adalah studi deskriptif observasional dengan pendekatan potong silang menggunakan data primer kuisioner Female Sexual Function Index (FSFI) berbahasa Indonesia dengan responden tenaga medis (perawat dan bidan). Karakteristik subjek meliputi usia, pendidikan, tempat tinggal, usia pasangan, paritas, lama menikah, pasca melahirkan dalam 6 bulan, riwayat trauma perineum, dan diabetes melitus. Apabila hasil FSFI ≤26,5, disimpulkan adanya disfungsi seksual. Dilakukan analisis menggunakan uji chi-square, Exact Fisher, dan Uji Kolmogorov smirnov. Nilai P <0,05 dianggap bermakna secara statistik.Hasil: dari total 239 responden, terdapat 100 orang mengalami disfungsi seksual (41,8%) Karakteristik dominan dari tiap-tiap kategori sebagai berikut: berusia 25-30 tahun (33,1 %), Pendidikan terakhir D3 (59%), profesi perawat (80,8%), unit kerja ruangan (64,4%), tinggal di rumah milik sendiri (74,9%), usia pasangan 35-40 tahun (25,1%), jumlah anak 2 atau lebih (63,2%), lama menikah <10 tahun (51,9%). Tidak terdapat perbedaan yang bermakna dari masing-masing karakteristik terhadap angka kejadian disfungsi seksual wanita. (P>0,05).Kesimpulan: prevalensi disfungsi seksual wanita pada tenaga medis usia reproduktif di RSHS cukup tinggi mencapai 41,8%. Tidak didapatkan perbedaan yang bermakna baik dari berbagai sisi demografik pasien terhadap angka kejadian disfungsi seksual.Female Sexual Dysfunction among Reproductive Health Practitioners at Dr. Hasan Sadikin General HospitalAbstractObjective: to investigate female sexual dysfunction among reproductive-aged health practitioners at Dr. Hasan Sadikin General Hospital. Method: This was a descriptive cross-sectional study using primary data gained from validated Indonesian version of Female Sexual Function Index (FSFI) questionnaire, and filled by nurses and midwives. Subject characteristics include age, educational background, address, partner’s age, parity, marriage duration, having given birth in last 6 months, perineal trauma history and diabetes mellitus. If the FSFI score was ≤26,5, sexual dysfunction was present. An analysis involving each characteristic was performed using chi-squared test, Fisher’s Exact test and Kolmogorov-Smirnov test. P<0.05 was statistically significant. Results: Of 239 respondents, 100/239 had sexual dysfunction (41.8%). The dominant characteristics were the following: aged 25-30 y.o (33.1%); having a diploma (59%); being a nurse (80.8%), working in the wards (64.4%); living in one’s own house (74.9%), partner’s age of 35-40 years old (25.1%), having at least 2 children (63.2%), having been married <10 years (51.9%). There was no significant difference between each characteritic (p>0.05). Conclusion: There was a high prevalence of female sexual dysfunction among health practitioners at Dr. Hasan Sadikin Hospital amounting to 41.8%. There was no statistically significant difference between various demographic aspects and female sexual dysfunction. Key words: Sexual Dysfunction, Health Practitioners, FSFI