p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JURNAL AGROHITA
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

UJI BERBAGAI KONSENTRASI PERENDAMAN AIR KELAPA DAN DOSIS PUPUK DOLOMIT PADA PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BAWANG MERAH Aliffiya Pury; Karno Karno; Budi Adi Kristanto
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 8, No 1 (2023): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v8i1.8764

Abstract

Bawang merah merupakan tanaman hortikultura yang sangat digemari oleh masyarakat Indonesia dan memiliki nilai ekonomi tinggi. Pertumbuhan dan produksi bawang merah dapat ditingkatkan dengan pemberian zat pengatur tumbuh yang diperoleh dari bahan alami seperti air kelapa. Kesuburan tanah akan berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman bawang merah sehingga dilakukan penambahan pupuk dolomit untuk memperbaiki kondisi fisik, kimia dan biologi tanah. Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2022 – Juni 2022 di Screenhouse Agroecotekcopark, Fakultas Peternakan dan Pertinian (FPP). Universitas Diponegoro. Analisis parameter pengamatan dilakukan di Laboratorium Fisiologi dan Pemuliaan Tanaman, Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP), Universitas Diponegoro. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial 4 x 5 dengan 3 ulangan, sehingga terdapat 60 unit percobaan. Faktor pertama adalah konsentrasi perendaman air kelapa B1 (0%), B2 (25%), B3 (50%), B4 (75%) dan B5 (100%). Faktor kedua dosis pupuk dolomit M1 = 0 ton Ha-1 (0 g/tanaman), M2 = 1 ton H-1 (2,25 g/tanaman), M3 = 2 ton H-1 (4,50 g/tanaman), dan  M4 = 3 ton H-1 (6,75 g/tanaman). Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa pemberian zpt air kelapa mampu mempengaruhi parameter tinggi tanaman, jumlah umbi, diameter umbi, bobot segar umbi dan berat kering umbi, sedangkan dosis pupuk dolomit berpengaruh terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun, diameter umbi dan berat kering umbi.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT (Solanum lycopersicum L.) AKIBAT METODE APLIKASI DAN DOSIS PUPUK ZINK Radhiyah Nur Ilma; Budi Adi Kristanto; Karno Karno
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 8, No 1 (2023): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v8i1.8992

Abstract

Peningkatan produktivitas tanaman tomat dapat dilakukan dengan pemeliharaan tanaman yang baik. Pemberian pupuk zink pada tanaman dapat dilakukan melalui tanah atau daun. Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh metode aplikasi pupuk zink terhadap pertumbuhan tanaman dan hasil tomat, mengkaji pengaruh dosis pupuk zink terhadap pertumbuhan tanaman dan hasil tomat dan mengkaji pengaruh interaksi antara metode aplikasi dan dosis pupuk zink terhadap pertumbuhan tanaman dan hasil tomat. Penelitian menggunakan percobaan faktorial 2x5 dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah metode aplikasi pupuk ZnSO4 yaitu M1: Aplikasi melalui tanah dan M2: Aplikasi melalui daun. Faktor kedua adalah aplikasi pupuk ZnSO4 dengan 5 taraf yaitu D0: 0 mg/kg tanah (Kontrol), D1 : 15 mg/kg tanah , D2 : 30 mg/kg tanah , D3: 45 mg/kg tanah dan D4 : 60 mg/kg tanah. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, waktu muncul bunga, luas daun, kandungan klorofil daun, jumlah buah per tanaman dan berat buah pertanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan metode aplikasi dan dosis pupuk zink berpengaruh nyata terhadap jumlah daun dan jumlah buah. Metode aplikasi dan dosis pupuk zink menunjukkan perbedaan terhadap jumlah daun dan jumlah buah. Jumlah daun dan jumlah buah meningkat pada dosis 15 mg/kg kemudian menurun pada dosis 30 mg/kg, 45 mg/kg, dan 60 mg/kg. Metode aplikasi melalui daun dan dosis pupuk 15 mg/kg menunjukkan hasil yang terbaik.