p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JURNAL AGROHITA
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KERAGAAN MORFOLOGI DAN AGRONOMI KLON KRISAN (CHRYSANTHEMUM MORIFOLIUM RAMAT.) TAHAN KARAT HASIL MUTASI VARIETAS PUSPITA NUSANTARA Shela Shevila; Rommy Andhika Laksono; Yayu Sri Rahayu; Lia Sanjaya
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 8, No 1 (2023): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v8i1.8013

Abstract

Usaha perakitan varietas unggul krisan di dalam negeri melalui pemuliaan tanaman dengan teknik mutasi sinar gamma terus dilakukan untuk mengurangi ketergantungan pada varietas impor, serta menghasilkan varietas baru yang tahan terhadap penyakit karat. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan klon krisan (Chrysanthemum sp.) tahan karat hasil mutasi varietas Puspita Nusantara yang memberikan keragaan morfologi dan agronomi terbaik. Percobaan dilakukan di BALITHI Cipanas, Jawa Barat pada bulan Juli sampai November tahun 2021. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dan rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal yang terdiri dari 16 perlakuan dan 3 ulangan. Aksesi klon mutan yang digunakan sebagai kandidat adalah 6.9 ((198)), 5.13 II/4 ((107)), 8.24 II/4 ((65)), BB 7,5 - 0,2, L 34, St 3.11, NN 298, 7.3, IV 12.4 ((101)), 9.2, NN 137, NN 139, dan NN 139. Varietas referensi Puspita Nusantara, Arosuka Pelangi dan Stangkon Kuning digunakan sebagai varietas pembanding. Data kuantitatif dianalisis menggunakan analisis ragam dan dilanjutkan dengan uji lanjut DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada taraf 5%. Hasil percobaan yang dilakukan terdapat pengaruh yang berbeda nyata klon-klon krisan tahan karat hasil mutasi pada hampir semua parameter pengamatan. Nomor klon 9.2, NN 298 dan 5.13 II/4 ((107)) memberikan hasil terbaik pada keragaan morfologi dan agronominya.
PENAMBAHAN PUPUK OGRANIK CAIR BERBAHAN URIN KAMBING TERHADAP PRODUKTIVITAS TANAMAN PAKCOY (BRASSICA RAPPA L.) VARIETAS NAULI F1 Ingeu Zoniagara; Darso Sugiono; Yayu Sri Rahayu
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 8, No 1 (2023): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v8i1.8017

Abstract

Pakcoy (Brassica rapa L.) adalah jenis sayuran yang banyak dibudidayakan dan memiliki nilai ekonomi tinggi. Sayuran ini memiliki berbagai manfaat kesehatan bagi tubuh. Penggunaan pupuk organik berbahan dasar urin hewan ternak dalam budidaya pakcoy digunakan sebagai upaya pemanfaatan limbah dari aktivitas peternakan. Penggunaan pupuk ini mampu menekan laju limbah ternak yang dapat mengganggu kualitas lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair berbahan dasar urin kambing terhadap pertumbuhan dan hasil panen tanaman pakcoy. Percobaan yang digunakan adalah metode Rancangan Acak Kelompok Faktor Tunggal dengan lima perlakuan dan lima ulangan. Tedapat lima faktor perlakuan yang digunakan yaitu A (kontrol), B (100 ml POC per liter air), C (200 ml POC per liter air), D (300 ml POC per liter air), dan E (400 ml POC per liter air). Parameter yang diukur dalam penelitian ini terdiri dari tinggi tanaman,  luas daun, dan bobot segar tanaman. Pengaruh perlakuan dianalisis dengan sidik ragam. Apabila pada uji taraf 5% terdapat hasil signifikan, maka dilanjutkan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) untuk melihat pengaruh terbaik dari perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman di usia 28 HST dan parameter luas daun. Rata – rata tinggi tanaman pada usia 28 HST dengan kode perlakuan E memberikan nilai tertinggi sebesar 19.27 cm berpengaruh nyata terhadap perlakuan B. Sementara itu pada parameter luas daun pengaruh signifikan perlakuan terdapat pada kode C, D, dan E terhadap kode perlakuan A dan B dengan nilai tertinggi terdapat pada kode perlakuan D sebesar 11.49 cm2.