Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Layanan Informasi dalam Menanggulangi Pelecehan Seksual Pada Anak di Bawah Umur Meri Susanti; Arifah Yenni Gustia
Turast: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/turast.v11i1.5884

Abstract

The cases of child sexual abuse in Pariaman tend to increase from year to year. In 2017 and 2018 there were 14 and 9 cases of sexual violence in Pariaman, while in Padang Pariaman there were 29 and 32 cases. To overcome this case is by increasing public awareness through the implementation of information services to the community of Nagari Lareh Nan panjang, Kecamatan VII koto Sungai sariak, Kabupaten Padang Pariaman. This activity aims to increase public awareness by providing knowledge, as well as fostering the concern of families, neighbors and government for acts of sexual abuse in children. The strategy used is Community Based Research (CBR), by providing information through seminars, explanations and questions and answers about sexual abuse. The outcome of this activity is the creation of anti-child sexual abuse community that will pass on information in an effort to prevent and overcome cases of sexual abuse. As well as with follow-up from the government to make village regulations that can minimize and overcome the occurrence of cases. Kasus pelecehan seksual terhadap anak di Pariaman Cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Tahun 2017 dan 2018 kasus kekerasan seksual di Kota Pariaman ada sebanyak 14 dan 9 kasus, sedangkan di Kabupaten Padang Pariaman sejumlah 29 dan 32 kasus. Untuk mengatasi kasus ini, salah satunya dengan meningkatkan kesadaran masyarakat melalui pelaksanaan layanan informasi kepada masyarakat Nagari Lareh Nan Panjang, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, Kabupaten Padang Pariaman. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dengan cara memberikan pengetahuan, serta menumbuhkan kepedulian keluarga, tetangga dan juga aparatur pemerintahan nagari terhadap tindakan pelecehan seksual pada anak. Strategi pendampingan yang digunakan bersifat Community Based Research (CBR), dengan pemberian informasi melalui kegiatan seminar, penjelasan serta tanya jawab tentang pelecehan seksual pada anak di bawah umur. Hasil dari kegiatan ini yaitu terbentuknya komunitas anti pelecehan seksual terhadap anak, yang akan meneruskan informasi dalam upaya pencegahan, dan penanggulangan terjadinya kasus pelecehan seksual kepada anak di bawah umur. Serta dengan tindak lanjut dari aparatur pemerintahan nagari untuk membuat peraturan nagari yang dapat meminimalkan dan mengatasi terjadinya kasus.