Lorin Br.Manik
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ASUHAN KEBIDANAN FISIOLOGIS PADA NIFAS PADA NY.I DI KLINIK PRATAMA NIAR KECAMATAN PATUMBAK KABUPATEN DELI SERDANG TAHUN 2019 Lorin Br.Manik; Sisca Theresia Anindita Hasugian; Khatini Khatini; Risna Yasina Manik; Suriani Suriani; Anisa Oktaviani
JURNAL FISIOTERAPI DAN ILMU KESEHATAN SISTHANA Vol. 4 No. 2 (2022): Juli : Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jufdikes.v4i2.252

Abstract

Masa nifas (puerperium) yang berasal dari bahasa latin yaitu dari kata “puer” yang artinya bayi dan “parous” berarti melahirkan adalah masa seorang ibu saat persalinan setelah keluarnya placenta dan masa perubahan, pemulihan, penyembuhan sampai pengembalian alat-alat reproduksi pulih seperti sebelum hamil dan secara normal masa nifas berlangsung selama 6-8 minggu atau 40 hari, namun secara keseluruhan akan pulih dalam waktu 3 bulan(Walyani, 2015). Menurut World health organization(WHO) tahun 2015 menyatakan ibu meninggal akibat komplikasi yang berhubungan dengan kehamilan, persalinan dan nifas 97%, dan kejadian ini terjadi di Negara-negara berkembang. Termasuk Indonesia, di indonesia di Negara-negara berkembang resiko kematian ibu hamil dan ibu nifas sekitar 200 kali lebih besar di bandingkan resiko yang di hadapi ibu-ibu di Negara maju sehingga membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah. Tujuan Penelitian: yaitu diketahuinya Asuhan Kebidanan Fisiologis Pada Nifas Pada Ny.I Di Klinik Pratama Niar Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang Tahun 2019. Metode Penelitian: ini menggunakan metode Deskriptif yaitu suatu metode penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama untuk membuat gambaran tentang suatu keadaan secara obyektif.HasilPenelitian menunjukkan setelah dilakukan asuhan sebanyak 4 kali yaitu pada kunjungan pertama ibu sudah mengerti dan mau melakukan semua asuhan yang diberikan. Pada kunjungan kedua keadaannya semakin membaik, ASI lancar keluar, bayi kuat menyusui, ibu selalu menyusui bayinya, tidak ada penyulit dan hanya memberikan ASI. Pada kunjungan ketiga keadaan ibu sudah sehat memberikan ASI ekslusif dan ibu mengatakan darah yang keluar dari kemaluannya sudah tidak berwarna kecoklatan namun berwarna kekuningan dan tidak berbau dan pada kunjungan keempat keadaan ibu sudah sehat, ASI lancer keluar sudah tidak ada darah yang keluar dari kemaluannya dan tidak ada keluhan saat ini.