Leni Agnes Siagian
Rumah Sakit Umum HKBP, Balige, Sumatera Utara, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tatalaksana Takikardia Ventrikel Leni Agnes Siagian
Cermin Dunia Kedokteran Vol 45 No 9 (2018): Infeksi
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v50i9.723

Abstract

Takikardia ventrikel (TV), yang sering terjadi pada pasien dengan kelainan struktur jantung, dapat meningkatkan risiko kematian mendadak. Penyebab paling sering adalah parut miokard akibat infark. Bentuk yang lebih benigna terjadi tanpa adanya gangguan struktur jantung. Penanganan TV meliputi penanganan kegawatdaruratan dan pencegahan berulang dengan obat anti-aritmia dan terapi device. Beberapa pasien dapat dilakukan pemasangan implantable cardioverter-defibrillator. Kateter ablasi juga dapat menjadi pilihan. Ventricular tachycardia (VT) most commonly occurs in structural heart disease, associated with increased risk of sudden death. The most common cause is myocardial scar from prior infarct. More benign forms occur in the absence of structural heart disease. Treatment involves both emergency management and prevention of recurrence with antiarrhythmic drugs and device therapy. Appropriately selected patients may be candidates for implantable cardioverter-defibrillator. Catheter ablation may also be an option.
Tatalaksana Takikardia Ventrikel Leni Agnes Siagian
Cermin Dunia Kedokteran Vol 45 No 9 (2018): Infeksi
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v50i9.723

Abstract

Takikardia ventrikel (TV), yang sering terjadi pada pasien dengan kelainan struktur jantung, dapat meningkatkan risiko kematian mendadak. Penyebab paling sering adalah parut miokard akibat infark. Bentuk yang lebih benigna terjadi tanpa adanya gangguan struktur jantung. Penanganan TV meliputi penanganan kegawatdaruratan dan pencegahan berulang dengan obat anti-aritmia dan terapi device. Beberapa pasien dapat dilakukan pemasangan implantable cardioverter-defibrillator. Kateter ablasi juga dapat menjadi pilihan. Ventricular tachycardia (VT) most commonly occurs in structural heart disease, associated with increased risk of sudden death. The most common cause is myocardial scar from prior infarct. More benign forms occur in the absence of structural heart disease. Treatment involves both emergency management and prevention of recurrence with antiarrhythmic drugs and device therapy. Appropriately selected patients may be candidates for implantable cardioverter-defibrillator. Catheter ablation may also be an option.