FIRDA NUR FAHMI
Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN SISWA KELAS IV DI MI ATTAHDZIBIYYAH KECAMATAN BABAT KABUPATEN LAMONGAN MELALUI PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR BERSERI FIRDA NUR FAHMI; Mas Ula
MIDA : Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 4 No 1 (2021): January 2021
Publisher : Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/mida.v4i1.491

Abstract

Penelitian yang berjudul peningkatan kemampuan menulis karangan siswa kelas IV di MI Attahdzibiyah Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan melalui penggunaan media gambar berseri ini bertujuan untuk mengetahui apakah penggunaan media gambar berseri dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menyusun cerita menjadi karangan yang utuh sesuai dengan rangkaian gambar yang urut, Bagaimana penerapan media gambar berseri dalam pembelajaran menulis karangan dikelas IV MI Attadzibiyyah Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan. Untuk memperoleh hasil penelitian tersebut, peneliti melakukan penelitian tindakan kelas dengan pendekatan kualitatif. Untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis karangan, peneliti mengambil tindakan pembelajaran melalui penggunaan media gambar berseri yang dilakukan dengan dua siklus. Model PTK yang digunakan yaitu model Kurt Lewin. Dimana dalam satu siklus terdiri dari empat komponen, meliputi: Perencanaan (planning), tindakan (action), pengamatan (observation), dan refleksi. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, catatan lapangan dan tes. Adapun data yang diperoleh di analisis secara deskriptif dan di analisis dengan menggunakan rumus nilai rata-rata dan persentase ketuntasan belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1. Penerapan media gambar berseri dalam pembelajaran menulis karangan berjalan dengan baik melalui perbaikan- perbaikan pada tiap siklus. Dalam PBM dapat dilihat dari aktivitas guru dan siswa yang mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. 2. Tingkat kemampuan siswa dalam menulis karangan pun meningkat dari rata-rata nilai perolehan siswa dari 66,45 pada siklus I yang secara klasikal belum tuntas atau belum memenuhi KKM 70, menjadi 75,625 pada siklus II yang secara klasikal sudah tuntas. Begitu pula dengan ketuntasan belajar yang meningkat dari 33,33% pada siklus I dengan kategori kurang menjadi 83,33% pada siklus II dengan kategori tinggi.
Strategi Pembelajaran Tahfidz dan Tajwid dalam Meningkatkan Skill Mengajar Al-Qur’an (Studi Kasus di PGMI UNISDA) Akhmad Yusron; Firda Nur Fahmi
MIDA : Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 3 No 2 (2020): July 2020
Publisher : Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/mida.v3i2.988

Abstract

Kebutuhan masyarakat Islam terhadap pembelajaran Al-Qur’an semakin meningkat. Madrasah Ibtidaiyah adalah salah satu dari lembaga pendidikan Islam yang mengakomodir kebutuhan tersebut melalui kegiatan program menghafal Juz ‘Amma dan pembelajaran ilmu Tajwid. PGMI UNISDA sebagai salah satu program studi yang mencetak calon-calon guru MI, menghadirkan suatu matakuliah Pembelajaran Tahfidz dan Tajwid. Hafalan Juzz ‘Amma merupakan bagian dari program Tahfidz yang sesuai dengan kebutuhan lembaga pendidikan dasar saat ini. Ilmu Tajwid juga diajarkan untuk memperbaiki bacaan Al-Qur’an dan terciptanya bacaan Tartil dan fasih. Strategi pembelajaran matakuliah Tahfidz dan Tajwid di PGMI UNISDA berpedoman pada buku Tajwid Jazariyyah yang telah disusun oleh dosen pengampu. Buku terjemah dari kitab Matan Jazariyyah ini dinilai memiliki materi yang dibutuhkan untuk dapat membaca Al-Qur’an secara fasih. Pembahasan seputar Makharij al-Huruf, Sifat Huruf, Tarqiq dan Tafkhim merupakan kebutuhan pokok untuk dapat membaca Al-Qur’an secara fasih. Sistem pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran Tahfidz dan Tajwid adalah mengaitkan tuntas hafalan dengan presensi kehadiran. Mahasiswa PGMI di setiap pertemuan wajib menyetorkan beberapa surat yang telah ditentukan. Mahasiswa dapat mentuntaskan surat-surat Juz ‘Amma dalam 12 kali pertemuan. Tuntas hafalan Juz ‘Amma menjadi syarat seorang mahasiswa dapat mengikuti ujian akhir semester dalam bentuk Munaqasah Juz ‘Amma.