PUDYA OKTIANA RULI ANGGRAENI
SMK Negeri 1 Kepanjen

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN PERMAINAN KARTU KWARTED DALAM MENULIS TEXT RECOUNT DI KELAS X RPL 4 SMK1 1 KEPANJEN PUDYA OKTIANA RULI ANGGRAENI
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v3i1.2030

Abstract

Difficulties in learning English experienced by students in writing skills that require grammatical accuracy more than speaking skills. This is due to the monotonous learning activities that cause boredom and decreased motivation to learn in students. The problem with learning at the primary and secondary education levels is that there are still very theoretical and less varied learning patterns. Often class activities are carried out through the lecture method and followed by practice doing questions. Therefore students often feel bored and their learning motivation decreases. Students feel frustrated when they have to determine the correct verb form, there are even students who are unable to understand verb forms because in the learning process they are not allowed to discuss verb forms/tense. One of the linguistic competencies, becomes integral with other skills. In other words, this material is given at a glance, in fact the correct use of verb forms will support the achievement of discourse competence. ABSTRAKKesulitan belajar Bahasa Inggris yang dialami siswa dalam ketrampilan menulis yang memerlukan ketepatan tata bahasa melebih dari ketrampilan berbicara. Hal ini disebabkan karena kegiatan pembelajaran yang monoton sehingga menimbulkan rasa jenuh dan turunnya motivasi belajar pada siswa. Masalah dalam pembelajaran pada jenjang pendidikan dasar dan menengah adalah masih ada pola pembelajaran yang sangat teoritis dan kurang bervariasi. Seringkali kegiatan dikelas melalui metode ceramah dan diikuti latihan mengerjakan soal. Oleh karena itu siswa sering merasa bosan dan motivasi belajarnya menurun. Siswa merasa frustasi ketika harus menentukan bentuk kata kerja yang benar, bahkan ada siswa yang tidak mampu memahami bentuk-bentuk kata kerja karena dalam proses pembelajaran tidak diperbolehkan membahas bentuk kata kerja/tense,. Salah satu kompetensi linguistik, menjadi integral bersama ketrampilan lainnya. Dengan kata lain materi ini diberikan secara sekilas saja, kenyataannya ketepatan penggunaan bentuk kata kerja akan mendukung tercapainya kompetensi wacana/discourse competence.