Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Makna Digital Activism bagi Generasi Z di Paroki Maria Ratu Semesta Alam Sungai Durian dalam Tinjauan Interaksionisme Simbolik Herbert Blumer Aldeo, Vinsensius Mischa; Agung, Gregorius
Seri Filsafat Teologi Vol. 35 No. 34 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Widya Sasana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35312/serifilsafat.v35i34.294

Abstract

Studi ini berfokus pada makna aktivisme digital (AD) bagi Generasi Z di Paroki Maria Ratu Semesta Alam Sungai Durian, dengan menggunakan teori interaksionisme simbolik dari Herbert Blumer sebagai kerangka teoritis. Aktivisme digital adalah bentuk keterlibatan sosial-politik yang menggunakan teknologi digital untuk mengorganisasi, mengadvokasi, dan menyuarakan perubahan. AD bukan sekadar aktivitas teknis, melainkan tindakan simbolik yang mencerminkan identitas, solidaritas, dan tanggung jawab moral. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui wawancara mendalam dengan lima informan Gen Z yang aktif di media sosial dan telah terlibat dalam kampanye AD. Analisis dilakukan dengan memosisikan makna sebagai konstruksi sosial yang dibentuk dan terus diperbarui melalui interaksi. Temuan menunjukkan bahwa AD dipahami dalam berbagai cara: sebagai simbol perjuangan dan kepedulian sosial, sebagai sarana solidaritas, serta sebagai bentuk ekspresi emosional. Makna-makna ini dibentuk melalui interaksi dengan teman sebaya, komunitas, dan wacana publik di platform digital. Dengan demikian, AD berfungsi sebagai arena simbolik tempat identitas dan solidaritas dinegosiasikan, meskipun tetap bersifat ambivalen karena dapat mendorong kesadaran kritis tetapi juga berisiko menjadi partisipasi dangkal. Studi ini menyarankan agar paroki memberikan panduan literasi digital dan mendorong keterkaitan antara aktivisme digital dengan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian lanjutan disarankan untuk memperluas jumlah responden dan mengeksplorasi hubungan antara AD dan keterlibatan sosial secara luring.
KAJIAN MODEL PERUMAHAN DALAM KAITANNYA TERHADAP DAYA DUKUNG PEMBANGUNAN DI KABUPATEN KUBU RAYA Agung, Gregorius
Jurnal Teknik Sipil No 1 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 15 EDISI JUNI 2015
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (921.435 KB) | DOI: 10.26418/jtst.v15i1.25729

Abstract

Pembangunan perumahan akan memberikan pengaruh terhadap perkembangan infrastruktur, karena prosesnya akan menyertakan pembangunan sarana dan prasarana infrastruktur untuk menarik minat masyarakat berinvestasi sebagai tempat tinggal maupun tempat usaha. Pembangunan perumahan harus meminimalkan dampak lingkungan, penggunaan lahan yang melebihi kemampuan daya dukung lingkungan, serta didasarkan pada konsep berkelanjutan.Analisa data menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif untuk mengkaji permasalahan pengembangan perumahan yang baik dan sesuai untuk kabupaten baru dengan menggunakan analisis SWOT dan uji statistik. Pembangunan perumahan memberikan pengaruh bagi perkembangan sarana, prasarana dan infrastruktur meliputi pembuatan jalan, saluran air bersih dan air kotor, penerangan jalan dan tempat pembuangan sampah. Dampak lingkungan yang timbul adalah peningkatan volume limbah padat, peningkatan limbah cair domestik, adanya gangguan lalu lintas dan kerusakan jalan.Faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan perumahan di Kabupaten Kubu Raya berdasarkan hasil penelitian adalah aspek infrastruktur seperti jalan, saluran sanitasi, air bersih, saluran drainase dan tempat pembuangan sampah memiliki nilai probabilitas sebesar 0,011. Aspek ekonomi seperti tenaga kerja lokal memiliki nilai probabilitas sebesar 0,000. Aspek sosial seperti tempat ibadah, lapangan bermain anak memiliki nilai probabilitas sebesar 0,000. Aspek ekologi seperti ruang terbuka hijau dan pengolahan limbah memiliki nilai probabilitas sebesar 0,000. Semua aspek berada dibawah 0,05 yang artinya berpengaruh terhadap peningkatan pengembangan perumahan. Konsep pengembangan perumahan yang baik dan sesuai untuk kabupaten baru berkembang berdasarkan analisis SWOT, meliputi fasilitas"“fasilitas fisik, dan instalasi bangunan yang dibutuhkan untuk menunjang penyelenggaraan dan pengembangan kehidupan sosial, ekonomi, dan budayaKata Kunci               :                         Pembangunan, Perumahan, Daya Dukung.