Muhammad Marjan, Muhammad
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA MELALUI PEMBIASAAN DI MTS MADRASATUL QUR’ANIYAH SANDIK BATULAYAR TAHUN PELAJARAN 2019/2020 Marjan, Muhammad
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 3 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v3i3.1131

Abstract

Gaya kepemimpinan merupakan hal yang penting dalam kepemimpinan kepala sekolah guna tercapainya tujuan dari lembaga pendidikan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tentang gaya kepemimpinan kepala sekolah dalam pembentukan karakter siswa melalui pembiasaan yang meliputi kebijakan yang diterapkan, gaya kepemimpinan dan pembiasaan yang diterapkan kepala sekolah MTs Madrasatul Qur’aniyah Sandik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis pendekatan study kasus dan hasil penelitian disajikan dalam bentuk deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif dari Miles dan Huberman yaitu dengan cara mereduksi data, penyajian data, verifikasi data dan disimpulkan. Hasil dalam penelitian ini adalah gaya kepemimpinan kepala sekolah dalam pembentukan karakter siswa melalui pembiasaan di terapkan oleh kepala sekolah melalui beberapa proses (1). Kebijakan yang diterapkan kepala sekolah meliputi, kedisiplinan, kebersihan dan kerapian, ketaatan kepada guru, dan kepedulian terhadap warga sekolah. (2). Gaya kepemimpinan yang digunakan kepala sekolah adalah gaya kepemimpinan demokratis. (3). Proses pembiasaan yang diterapkan kepala sekolah meliputi, pembacaan Asma’ul Husna dan Al-Quran juz 30, Sholat duha’ berjamaah dan Sholat dzuhur berjamaah. (4). Kendala yang dialami meliputi, sarana prasarana, kedisiplinan siswa, interaksi guru dan siswa masih terbatas, dan belum sempurna konsistensi guru. Solusi yang diterapkan yakni: membagi menjadi dua kelompok, membuat absensi siswa, peringatan dan hukuman, pemberian motivasi, dan penekanan.