Reza Ariyanto
Maksi FEB UGM

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS KOMPARATIF SERTIFIKASI AUDITOR: CERTIFIED FRAUD EXAMINER (CFE) DAN CERTIFIED FORENSIC AUDITOR (CFrA) Reza Ariyanto
ABIS: Accounting and Business Information Systems Journal Vol 7, No 4 (2019): November
Publisher : Master in Accounting Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/abis.v7i4.58878

Abstract

ABSTRAKTujuan — Tujuan dari penelitian ini membandingkan skema kurikulum kompetensi sertifikasi CFrA dan CFE serta mengidentifikasi alasan lembaga sertifikasi profesi di Indonesia menyelenggarakan sertifikasi CFrA.Desain/Metodologi/Pendekatan — Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melakukanan analisis komparasi terhadap sertifikasi CFE dan CFrA. Data yang digunakan yaitu data sekunder yang berkaitan dengan standar kompetensi kurikulum dan persyaratan sertifikasi dari tahap pendaftaran sampai tahap pasca memperoleh sertifikasi.Temuan — Hasil penelitian menunjukkan bahwa lembaga sertifikasi di Indonesia mengacu kepada lembaga ACFE dengan melakukan modifikasi dan adaptasi materi sesuai dengan kebutuhan di Indonesia. Hasil komparasi antara sertifikasi CFrA dan CFE menunjukkan bahwa: (1) Pada analisis ekonomis, sertifikasi CFrA lebih murah daripada sertifikasi CFE dengan perbandingan 2:1; (2) Pada analisis sosial budaya, ujian menggunakan bahasa sehari-hari lebih mudah daripada bahasa internasional; (3) Pada analisis teknik, individu atau kelompok dalam memilih sertifikasi mempertimbangkan cost of effort yang diperoleh; (4) Pada analisis kebijakan politik, LSP-AF memberikan kemudahan dalam memperoleh kelulusan sertifikasi daripada ACFE; (5) Sertifikasi CFE memiliki manfaat yang memadai untuk melakukan pekerjaan di berbagai negara karena kompetensi yang dimiliki lebih komprehensif daripada sertifikasi CFrA. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa sertifikasi CFE lebih unggul dalam hal kompetensi yang ditawarkan sedangkan sertifikasi CFrA lebih unggul dalam hal kemudahan dalam memperoleh sertifikasi yang dipersyaratkan.Batasan/Implikasi — Penelitian ini memiliki implikasi pada akademisi, praktisi auditor, dan lembaga profesi dalam menentukan pilihan sertifikasi sebagai pendukung kompetensi. Keterbatasan dalam penelitian ini adalah tidak mempertimbangkan kualitas dalam memberikan penilaian terhadap kategori yang diperbandingkan.Originalitas/Nilai — Kurikulum dapat digunakan untuk meningkatkan daya saing, satu di antaranya melalui evolusi sesuai kondisi saat ini. Mengadopsi dari suatu lembaga yang telah lama berdiri tidak menjamin hasil adopsinya lebih berkualitas. Selain itu, penelitian ini merupakan penelitian pertama yang melakukan komparasi terhadap kurikulum CFE dan CFrA.