Sandhy Hapsari
Maksi FEB UGM

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB GAGAL LELANG DAN PUTUS KONTRAK PENGADAAN BARANG/JASA STUDI KASUS PADA PEMERINTAH KOTA YOGYAKARTA Sandhy Hapsari
ABIS: Accounting and Business Information Systems Journal Vol 6, No 1 (2018): February
Publisher : Master in Accounting Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/abis.v6i1.59125

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab gagal lelang danputus kontrak serta menganalisis langkah-langkah yang perlu dilakukan untukmengatasi kedua permasalahan tersebut.Hasil penelitian menunjukan faktor-faktor penyebab gagal lelang antara lain:keterlambatan jadwal pelelangan yang disebabkan adanya perubahan dalam dokumenperencanaan, penyedia barang/jasa yang memiliki Sertifikat Badan Usaha (SBU)tertentu jumlahnya sangat terbatas, terbatasnya penyedia barang/jasa yang memilikidukungan bahan dan peralatan dari distributor, terbatasnya waktu pelaksanaanpekerjaan, paket pekerjaan pernah mengalami gagal lelang, dan paket pengadaanbarang/jasa kurang diminati. Faktor-faktor penyebab putus kontrak antara lain:penambahan volume pekerjaan yang tidak diimbangi dengan penambahan waktu,waktu pelaksanaan pekerjaan terbatas, paket pengadaan barang/jasa pernah mengalamigagal lelang, dan penyedia barang/jasa tidak profesional.Langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk mengatasi gagal lelang yaitu: (1)membuat dokumen perencanaan yang sesuai dengan peraturan yang berlaku, jelas,detail, dan terperinci, (2) dukungan pemerintah dalam mendapatkan Sertifikat BadanUsaha (SBU), Surat Keterangan Keahlian (SKA), dan Surat Keterangan keterampilan(SKT), (3) pelimpahan paket pengadaan barang/jasa lebih awal dan (4) membuat paketpengadaan barang/jasa yang diminati/menarik. Langkah-langkah yang perlu dilakukanuntuk mengatasi putus kontrak yaitu: (1) klarifikasi dan pembuktian terhadap penyediabarang/jasa, (2) pengoptimalan kinerja konsultan pengawas, (3) koordinasi dengantenaga yang berkompeten/ahli, (4) pelimpahan paket pengadaan barang/jasa lebih awal,dan (5) membuat paket pekerjaan yang diminati/menarik.