Indra Yerymias Nababan Nababan
Maksi Feb UGM

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengembangan Desain Sistem Kompensasi: Kasus Pada PT Lingkar Aneka Konstruksi Indonesia Indra Yerymias Nababan Nababan
ABIS: Accounting and Business Information Systems Journal Vol 8, No 4 (2020): November
Publisher : Master in Accounting Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/abis.v8i4.61768

Abstract

Internal dan eksternal alignment merupakan proses yang dapat dilakukan guna meningkatkan objektivitas kompensasi di suatu perusahaan. Penelitian awal menemukan bahwa tidak terdapat proses internal dan eksternal alignment pada desain sistem kompensasi PT Lingkar Aneka Konstruksi Indonesia. Kompensasi yang didesain hanya berdasarkan pengalaman pendiri perusahaan dan sangat subjektif. Hal ini dapat berisiko memunculkan masalah yang lebih besar pada masa depan terkait dengan keadilan ataupun motivasi karyawan yang pada akhirnya dapat berdampak pada pencapaian tujuan perusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan desain sistem kompensasi yang telah ada agar menjadi lebih objektif melalui proses internal dan eksternal alignment. Selain itu, penelitian ini juga berkontribusi dalam membuat pengelompokan biaya-biaya proyek berdasarkan jenisnya sebagai respons terhadap ditemukannya informasi biaya proyek perusahaan yang dinilai terlalu sederhana. Pada tahap internal alignment penelitian ini melakukan analisis pekerjaan menggunakan metode wawancara dan kuesioner, serta melakukan evaluasi pekerjaan menggunakan metode poin. Pada tahap eksternal alignment penelitian ini melakukan survei ke beberapa perusahaan sejenis dan menggunakan data gaji yang diperoleh dari situs Badan Pusat Statistik. Penelitian ini juga menggunakan analisis regresi linear sederhana pada tahap merge internal dan eksternal. Hasil menunjukkan bahwa terjadi peningkatan gaji pokok secara keseluruhan untuk setiap jabatan pada perusahaan, penentuan alokasi bonus berdasarkan pada job value, adanya penambahan metode work premium pada bonus, dan penambahan tunjangan BPJS ketenagakerjaan pada paket tunjangan.