Ratelit Tarigan
Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Medan

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH MODEL INKUIRI TERBIMBING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK SUHU DAN KALOR DI KELAS X SEMESTER II SMA NEGERI I BATANG KUIS Imelda Rohanna Nadeak; Ratelit Tarigan
INPAFI (Inovasi Pembelajaran Fisika) Vol 3, No 4 (2015): INPAFI
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.625 KB) | DOI: 10.24114/inpafi.v3i4.5390

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Inkuiri Terbimbing terhadap hasil belajar dan aktivitas belajar siswa pada materi pokok suhu dan kalor di kelas X SMA Negeri I Batang Kuis.Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan desain Two group pretest-postestdesain.Populasi adalah seluruh siswa kelas X Semester II SMA Negeri I Batang Kuis yang terdiri dari 9 kelas. Sampel penelitian diambil 2 kelas yang ditentukan dengan teknik cluster random sampling, yaitu X-1 kelas eksperimen dan X-5 sebagai kelas kontrol, masing-masing berjumlah 33 orang. Untuk pengujian data digunakan instrumen tes hasil belajar, yang berbentuk essay  8 Soal. Uji hipotesis menggunakan uji t.Dari hasil pengujian awal atau pretes siswa dapat diketahui kemampuan awal siswa adalah sama maka H0 diterima, sedangkanpada postes H0 ditolak dan Ha diterima yakni ada Perbedaan pengaruh model pembelajaran Inkuiri Terbimbing terhadap hasil belajar siswa pada materi pokok suhu dan kalor. Selama proses bembelajaran, nilai aktivitas belajar siswa dikategori nilai cukup aktif. Hasil penilaian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing mampu meningkatkan hasil belajar siswa terhadap nilai  koqnitif siswa. Kata kunci :Inquiry Terbimbing, hasil belajar, aktif
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAH BERDASARKAN MASALAH TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK SUHU DAN KALOR KELAS X SEMESTER II SMA NEGERI 16 MEDAN T.P 2014/2015 Selli Fitriani Hasibuan; Ratelit Tarigan
INPAFI (Inovasi Pembelajaran Fisika) Vol 4, No 1 (2016): INPAFI
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.104 KB) | DOI: 10.24114/inpafi.v4i1.5438

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui perbedaan akibat pengaruh model pembelajaran berdasarkan masalah terhadap hasil belajar siswa pada materi pokok suhu, kalor, dan perpindahan kalor, 2) melihat bagaimana hubungan berpikir kritis siswa terhadap hasil belajar. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperiment dengan two group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X semester II yang terdiri dari 4 kelas. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara cluster random sampling yaitu kelas X-Mia3 sebagai kelas eksperimen dan kelas X-Mia2 sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan untuk pengambilan data dan tes berpikir kritis adalah tes hasil belajar. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji t dan analisis korelasi.  Hasil uji t diperoleh bahwa terdapat perbedaan hasl belajar akibat pengaruh model pembelajaran. Hasil penilaian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran berdasarkan Masalah mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Hasil analisis korelasi menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara berpikir kritis terhadap hasil belajar siswa. Kata Kunci : pembelajaran berdasarkan masalah, hasil belajar, berpikir kritis
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA MIND MAP TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH FISIKA SISWA PADA MATERI POKOK BUNYI DI KELAS VIII SMP NEGERI 2 SIDIKALANG T.P 2016/2017 Nurcahaya Sitanggang; Ratelit Tarigan
INPAFI (Inovasi Pembelajaran Fisika) Vol 7, No 1 (2019): INOVASI PEMBELAJARAN FISIKA (INPAFI)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.658 KB) | DOI: 10.24114/inpafi.v7i1.13509

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  apakah ada pengaruh kemampuan pemecahan masalah fisika siswa dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah dengan menggunakan media mind map daripada pembelajaran konvensional pada materi pokok bunyi di kelas VIII. Jenis penelitian ini adalah  quasi experimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII semester genap. Sampel penelitian ini diambil dua kelas yaitu kelas VIII-1 (sebagai kelas eksperimen) dan kelas VIII-2 (sebagai kelas kontrol) ditentukan dengan teknik cluster random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan dalam bentuk tes uraian dengan jumlah 10 item yang telah divalidasi sesuai dengan standar soal yang baik. Perolehan data keterampilan siswa selama pembelajaran digunakan lembar observasi dengan 2 orang pengamat. Setelah dilakukan uji hipotesis diperoleh  hasil belajar siswa pada kelas eksperimen lebih baik dari kelas kontrol, berarti ada pengaruh yang signifikan. Kata Kunci: model pembelajaran berbasis masalah dan pembelajaran konvensional, kemampuan pemecahan masalah fisika siswa
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY TRAINING TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS PADA PELAJARAN FISIKAT.P 2016/2017 Theresia A Sitinjak; Ratelit Tarigan
INPAFI (Inovasi Pembelajaran Fisika) Vol 6, No 4 (2018): INPAFI
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.455 KB) | DOI: 10.24114/inpafi.v6i4.12490

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan hasil belajar siswa akibat pengaruh model pembelajaran latihan inkuiri terhadap keterampilan proses sains pada materi Getaran Harmonis dikelas X Semester II di SMA 2 Negeri Medan T.P 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen. Sampel penelitian ini diambil dua kelas yaitu kelas X-6 (sebagai kelas eksperimen) dan kelas X-8 (sebagai kelas kontrol) yang masing-masing berjumlah 34 siswa yang ditentukan  dengan cluster random sampling. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes essay yang berjumlah 10 butir soal. Berdasarkan hasil penelitian dipeoleh nilai rata-rata pretes kelas eksperimen 46,38 dan nilai rata-rata kelas kontrol 49,22. Setelah pembelajaran selesai diberikan, diperoleh postes dengan hasil rata-rata kelas eksperimen 75,57 dan kelas kontrol 66,42. Berdasarkan hasil uji t disimpulkan bahwa ada perbedaan signifikan hasil belajarsiswaakibat pengaruh model latihan inkuiri terhadap keterampilan proses sains siswa pada materi pokok Getaran Harmonis di kelas X Semester II di SMA Negeri 2 Medan T.P 2016/2017. Kata Kunci: Model Pembelajaran Latihan Inkuiri, Keterampilan Proses Sains, Pembelajaran Konvensional.