This Author published in this journals
All Journal Jurnal Keperawatan
Halimatussakdiah Halimatussakdiah
Program Studi Diploma III Keperawatan, Politeknik Kesehatan Aceh

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Bagaimanakah Pola dan Perilaku Makan, Budaya Pantangan dan Pengetahuan Berpengaruh pada Penyembuhan Luka Episiotomi? Halimatussakdiah Halimatussakdiah; Nurul Maghfirah
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 2 (2022): Jurnal Keperawatan: Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.646 KB)

Abstract

Ibu postpartum membutuhkan nutrisi yang adekuat untuk pemulihan organ reproduksinya. Namun sering kali bertolak belakang dengan pola, perilaku, pengetahuan dan budaya yang berlaku di masyarakat. Kasus trauma perineum pada ibu yang melahirkan pervaginam sebanyak 85%, diantara 32-33% karena tindakan episiotomi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola dan perilaku makan, budaya pantangan dan pengetahuan ibu postpartum dengan lama penyembuhan luka episiotomi. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Desain penelitian dengan pendekatan cross secsional study. Variabel independen penelitian ini yaitu: pola dan perilaku Makan, Budaya pantangan dan Pengetahuan ibu postpartum dan variabel dependen yaitu lama penyembuhan luuka episiotomi. Jumlah sampel sebanyak 74 responden dan penentuan sampel menggunakan rumus lemeshow. Kuesioner yang digunakan disusun oleh peneliti dan telah dilakukan pengujian validitas dan reliabilitas. Pemilihan responden menggunakan kriteria inklusi yaitu: ibu postpartum yang melahirkan pervaginam dan dilakukan episiotomi, bisa membaca dan menulis, mampu berkomunikasi baik dan bersedia menjadi responden. Analisa data menggunakan korelasi Pearson dengan bantuan program komputer. Hasilnya terdapat hubungan pola dan perilaku makan dengan lama penyembuhan luka episiotomi (p- value = 0.001, < α = 0.05), terdapat hubungan pengetahuan dengan lama penyembuhan luka episiotomi (p-value = 0.001, < α = 0.05), dan ada hubungan budaya pantangan dengan lama penyembuhan luka episiotomi (p-value = 0.000 < α = 0.05). Kesimpulan: terdapat hubungan antara pola dan perilaku makan, budaya dan pengetahuan ibu postpartum dengan lama penyembuhan luka episiotomi. Diharapkan kepada perawat memberikan edukasi yang baik tentang pola dan perilaku makan, budaya dan pengetahuan yang mendukung penyembuhan luka episiotomi.