Muhammad Riduansyah
Fakultas Kesehatan, Universitas Sari Mulia

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Keperawatan

Pengaruh Pemberian Infused Water Mentimun terhadap Penurunan Tekanan Darah Pralansia Hipertensi Citta Ayunda Heriyanti; Rian Tasalim; Muhammad Riduansyah; Angga Irawan
Jurnal Keperawatan Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Keperawatan: Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.008 KB) | DOI: 10.32583/keperawatan.v15i2.943

Abstract

Hipertensi masih menjadi masalah utama di dunia. Jika hipertensi tidak terkontrol dapat menyebabkan terjadinya komplikasi seperti penyakit jantung, stroke, penyakit ginjal, retinopati, penyakit pembuluh darah tepi serta gangguan saraf hingga dapat menyebabkan kematian. Salah satu alternatif pengobatan non farmakologis yaitu infused water buah mentimun diharapkan mampu menjadi sebuah solusi baru untuk mengatasi hipertensi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian infused water mentimun terhadap penurunan tekanan darah pralansia hipertensi. Desain penelitian ini menggunakan pre eksperimental one group pre-post test design. Instrumen dalam penelitian berupa lembar observasi dan sphygmomanometer digital. Populasi pada penelitian ini adalah pralansia yang berkunjung pada kegiatan Posbindu PTM Desa Anjir Pulang Pisau. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 20 pralansia yang telah dipilih dengan teknik purposive sampling. Uji wilcoxon digunakan untuk menganalisa hasil. Penelitian ini telah layak etik dengan nomor etik penelitian No. 293/KEP-UNISM/XII/2022. Hasil analisis data didapatkan nilai Asym.sig (2-tailed) 0,01 < 0,05  maka H0 ditolak dan Ha diterima yang artinya terdapat perbedaan rata-rata antara tekanan darah pralansia sebelum dan sesudah meminum infused water buah mentimun. Dari hasil penelitian didapatkan kesimpulan bahwa terjadi penurunan tekanan darah pada responden setelah di berikan infused water buah mentimun.
Efektivitas Terapi O2 terhadap Hemodinamik Pasien Cedera Kepala Sedang dan Berat di Instalasi Gawat Darurat Widya Dwi Kurniawan; Muhammad Riduansyah; Rifa'atul Mahmudah
Jurnal Keperawatan Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Keperawatan: Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.778 KB) | DOI: 10.32583/keperawatan.v15i2.944

Abstract

Cedera kepala merupakan kasus kegawatdaruratan yang sering dijumpai di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Cedera kepala menimbulkan perubahan fungsi atau struktur pada jaringan yang dapat mengakibatkan perdarahan otak. Cedera kepala harus segera ditangani salah satunya dapat dengan pemberian O2. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui efektivitas terapi O2 terhadap hemodinamik pasien cedera kepala sedang dan berat di instalasi gawat darurat. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah pra eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest design. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen pengambilan data menggunakan lembar observasi sebelum dan sesudah diberikan terapi O2. Analisis data menggunakan uji wilcoxon. Hasil uji statistik didapatkan nilai p value > 0,05 pada variabel Mean Arterial Pressure (MAP), nadi dan respirasi serta nilai p value < 0,05 pada variabel SpO2 dan tingkat kesadaran. Hasil penelitian didapatkan adanya pengaruh pemberian terapi O2 terhadap nilai SpO2 dan tingkat kesadaran pada pasien cedera kepala. Status hemodinamik yang tidak stabil menjadi ciri pasien dengan cedera kepala, pemberian terapi oksigenasi (O2) salah satu intervensi medis dari perawatan gawatdarurat untuk menjaga stabilitas oksigen dalam tubuh dan jaringan otak dengan tujuan mencegah atau mengobati hipoksia dan mempertahankan oksigenasi jaringan yang cukup. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah oksigenasi dikatkan efektiv atau mampu memperbaiki sirkulasi oksigen ke otak dan menstabilkan darah sehingga mampu mempengaruhi nilai SpO2 dan tingkat kesadaran pasien pasien dengan cedera kepala sedang dan berat.
Efektivitas Psikoedukasi terhadap Peningkatan Self-Efficacy dan Kepatuhan Minum Obat Antihipertensi Fatmawati Fatmawati; Rian Tasalim; Muhammad Riduansyah; Latifah Latifah
Jurnal Keperawatan Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Keperawatan: Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.128 KB) | DOI: 10.32583/keperawatan.v15i2.961

Abstract

Hipertensi adalah jenis penyakit tidak menular, namun membutuhkan pengobatan jangka panjang bahkan seumur hidup penderitanya. Konsumsi obat antihipertensi adalah terapi farmakologi untuk menstabilkan tekanan darah. Kepatuhan mengonsumsi obat berkaitan dengan self-efficacy atau keyakinan dirinya mampu menjalani semua masalah. Psikoedukasi menjadi salah satu intervensi yang dapat meningkatkan keyakinan diri serta pemahaman terhadap penyakit yang diderita. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas psikoedukasi terhadap peningkatan self-efficacy dan kepatuhan minum obat antihipertensi di wilayah kerja Puskesmas Sungai Tabuk 2. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan quasy-eksperiment dengan menggunakan kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Sampel dalam penelitian ini masing-masing kelompok adalah 15 responden yang diambil dengan teknik purposive sampling. Instrumen pada penelitian ini menggunakan kuesioner MASES-R dan MMAS-8. Hasil uji validitas MASES-R bernilai 0,861 dan hasil uji reliabilitas sebesar 0,898. Uji validitas kuesioner MMAS-8 known groups validity menunjukkan hasil sebesar 0,824 dan hasil uji test-retest reliability menggunakan Spearman’s rank correlation sebesar 0,881, sehingga kuesioner ini dapat dikatakan valid serta reliabel. Analisis data menggunakan paired t-test, wilcoxon sign test dan mann-whitney test. Hasil dari penelitian ini adalah pemberian intervensi psikoedukasi efektif dalam meningkatkan self-efficacy dengan nilai p-value 0.032. Hasil juga menunjukkan psikoedukasi efektif meningkatkan kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi dengan nilai p-value 0.010 di wilayah kerja Puskesmas Sungai Tabuk 2. Kesimpulan yang dapat diambil adalah psikoedukasi efektif meningkatan self-efficacy dan kepatuhan minum obat antihipertensi.
Efektivitas Terapi Self-Instruction terhadap Tingkat Kecemasan Keluarga pada Pasien Cedera Kepala Masdayani; Muhammad Riduansyah; Rian Tasalim
Jurnal Keperawatan Vol 15 No 3 (2023): Jurnal Keperawatan: September 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v15i3.989

Abstract

Cedera kepala menjadi masalah kesehatan yang perlu mendapatkan perhatian khusus karena menyebabkan kecacatan hingga kematian. Populasi remaja di Indonesia yang tinggi ternyata menimbulkan kekhawatiran, hal ini karena mayoritas kejadian cedera kepala dialami oleh kelompok usia kerja (15-24 tahun). Dampak terjadi pada keluarga yaitu masalah psikologis saat keluarga mendapati informasi terjadi cedera kepala pada keluarganya. Self-Instruction memiliki keuntungan untuk dapat menggantikan pandangan negatif individu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas Self-Instruction terhadap penurunan tingkat kecemasan keluarga pada pasien cedera kepala di IGD RSUD Dr. H. Moch Ansari Saleh. Penelitian kuantitatif ini  menggunakan pra-experimental one group pre post test design. Populasi penelitian ini adalah keluarga pasien dengan cedera kepala di IGD. Jumlah sampel adalah 30 yang diambil dengan teknik purposive sampling. Uji analisa menggunakan Paired T-Test. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner HARS yang telah valid (r hitung > rtabel (0,361) dan reliable dengan nilai r 0,942. Hasil penelitian sebelum pemberian intervensi didapatkan mayoritas kecemasan keluarga dalam kategori sedang (76,7%), sedangkan setelah pemberian intervensi didapatkan mayoritas mengalami kecemasan ringan (80%). Hasil uji diketahui bahwa nilai signifikasi (2-tailed) yaitu 0,000<0,05 menunjukan adanya perbedaan antara variable awal dan akhir. Maka dapat disimpulkan adanya efektifitas pemberian teknik Self-Instruction terhadap penurunan tingkat kecemasan keluarga pada pasien cedera kepala.