Mitro Subroto
Program Studi Teknik Pemasyarakat, Politeknik Ilmu Pemasyarakatan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pembinaan Kemandirian Terhadap Narapidana Lanjut Usia Di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Tanjung Balai Irshandy Maulana; Mitro Subroto
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 1 No. 2 (2021): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.346 KB) | DOI: 10.31004/innovative.v1i2.34

Abstract

Narapidana Lanjut Usia (Lansia )ama tsangat rawan untuk menjalani kehidupannya dan tidak dapat disamakan dengan narapidana dengan usia produktif lainnya. Narapidana lansia menjalani pidana di lapas mempunyai hak menerima pembinaan kepribadian maupun kemandirian.Kebutuhan khusus seperti turunnya kemampuan fisik dan kontrol emosiyangharusdiperhatikan yang dimiliki narapidana lanjut usia. Pembinaan kemandirian diatur dalam PP No. 31 Tahun 1999 menjelaskan narapidana wajib mendapatkan pembinaan dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Kegiatan pelaksanaan pembinaan kemandirian kepada narapidana lansia harus berlandaskanUU No. 13 Tahun 1998 tentang kesejahteraan narapidana yang lanjut usia. Pada umumnya narapidana lansia mempunyai fisik yang tidak sebaik sebelum lanjut usia oleh sebab itu narapidana lansia harus mendapat pembinaan yang berdasarkan undang-undang yang berlaku. Pembinaan kemandirian disinkronkan dengan program kemandirian yang cocok untuk Narapidana lansia diatur dalam Permenkumham No 31 Tahun 2018seharusnya diterima oleh narapidana lansia. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian deskriptif kualitatif yang memanfaatkan wawancara, observasi, dan studi kepustakaan dengan lokasi penelitian di Lapas Kelas IIB Tanjung Balai. Pembinaan kemandirian kepada narapidana lansia di Lapas Kelas IIB Tanjung Balai belum berjalan dengan maksimal sehingga membutuhkan pembinaan kemandirian yang di spesifikkan untuk narapidana lanjut usia, yakni pembinaan kemandirian Hidroponik (bercocok Tanam) sesuai dengan hasil assesment dan sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP). Pembinaan kemandirian hidroponik yang telah di laksanakan oleh peneliti dan petugas telah berjalan dengan baik dan diharapkan dapat menjadi pembinaan untuk lansia selanjutnya dan lebih dikembangkanlagi.