Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pengaruh Financial Knowledge, Financial Attitude, Dan Financial Management Terhadap Financial Satisfaction Masyarakat Lumajang Nehemia Parham; Nanik Linawati
Sanskara Manajemen Dan Bisnis Vol. 1 No. 01 (2022): Sanskara Manajemen dan Bisnis (SMB)
Publisher : Eastasouth Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.049 KB)

Abstract

This study aims to examine the effect of financial knowledge, financial attitude, and financial management on financial satisfaction citizen of Lumajang. This study uses primary data taken from distributing questionnaires using google form to citizen of Lumajang who live in Lumajang and have stable income. The sample that obtain in this study is 100 respondent. The technique used in this study is Partial Least Square using the SmartPLS 3.0 program. The result of this study are variables of financial knowledge have significant effect on financial satisfaction, financial attitude have significant effect on financial satisfaction, and financial managament have significant effect on financial satisfaction .
Pengaruh Financial Literacy dan Overconfidence terhadap Pengambilan Keputusan Investasi Saham Generasi Milenial di Indonesia Gabriela Sunjono; Nanik Linawati
Sanskara Manajemen Dan Bisnis Vol. 1 No. 01 (2022): Sanskara Manajemen dan Bisnis (SMB)
Publisher : Eastasouth Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.836 KB)

Abstract

In making investment decisions, it is necessary to have a thorough rationale based on the financial literacy of investors. However, the financial literacy possessed by Indonesian people is still relatively low. This means that there are other factors that influence stock investment decisions, one of which is overconfidence. Therefore, this study aims to see whether there is an influence of financial literacy and overconfidence on stock investment decisions made by millennials in Indonesia. The sample determination method uses a purposive sampling method with sample criteria namely millennial stock investors with an age range of 22-42 years. The analysis will be carried out using the Sem-PLS program. The novelty of this research lies in examining the tendency of overconfidence bias in stock investors who are millennials.
Pengaruh Kunjungan Pengabdian Masyarakat terhadap Motivasi Siswa TK dalam Meraih Cita-Cita Dave Reynard; Jeffrey Belmiro Susanto; Lim Madeleine Tirtamurti; Nanik Linawati
Jurnal Pengabdian West Science Vol 3 No 02 (2024): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v3i02.1011

Abstract

Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengobservasi motivasi para siswa Taman Kanak-kanak terkait cita-cita yang ingin dicapai di TK Bethel Sulung 3, Surabaya. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan motivasi kepada para siswa Taman Kanak-kanak dalam mewujudkan cita-cita yang berupaya mempengaruhi keinginan siswa Taman Kanak-kanak untuk bercita-cita, dimana hal tersebut mendorong keinginan siswa Taman Kanak-kanak untuk menabung demi mencapai cita-citanya. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa respon yang terjadi terhadap siswa Taman Kanak-kanak mengalami perubahan sesudah dilakukannya kegiatan pengabdian masyarakat ini, dimana para siswa Taman Kanak-kanak menjadi lebih termotivasi untuk meraih cita-cita yang dimiliki.
Literasi sistem pembayaran digital sebagai strategi pencegahan konsumerisme di kalangan pelajar SMA Sanvelia Angelica Suseno; Angelica Renata Limapriadi; Fristy Ester Irawan; Nanik Linawati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.30581

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi digital telah mendorong perubahan signifikan dalam sistem pembayaran, termasuk di kalangan generasi muda yang kini akrab dengan transaksi nontunai. Namun, kemudahan akses ini turut meningkatkan risiko perilaku konsumtif yang tidak terkontrol. Kegiatan edukasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada generasi muda mengenai sistem pembayaran digital serta dampaknya terhadap perilaku keuangan, sebagai langkah preventif terhadap konsumerisme sejak dini. Sasaran kegiatan ini adalah pelajar SMA Katolik Frateran Surabaya, dengan total peserta sebanyak 24 orang. Metode pelaksanaan adalah service learning, yang meliputi pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta, penyampaian materi mengenai sistem pembayaran digital dan anti konsumerisme, serta permainan "Family 100" yang dirancang untuk menguji pengetahuan peserta mengenai materi yang telah disampaikan. Selain itu, sesi tebak-tebakan juga digunakan untuk memperdalam pemahaman peserta dengan cara yang menyenangkan dan interaktif. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan sistem pembayaran digital dan strategi mengelola keinginan konsumsi di era digital. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan dalam pemahaman pelajar terhadap pentingnya pengelolaan keuangan dan penggunaan sistem pembayaran secara bijak. Edukasi ini berhasil memotivasi peserta untuk lebih kritis dalam menghadapi godaan konsumerisme digital, sejalan dengan tujuan Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia 2021–2025. Kata kunci: generasi muda; konsumerisme; sistem pembayaran digital Abstract The development of digital technology has driven significant changes in payment systems, especially among the younger generation familiar with cashless transactions. However, this ease of access increases the risk of uncontrolled consumer behavior. This educational activity aims to provide young people with an understanding of digital payment systems and their impact on financial behavior as a preventive measure against consumerism. The target of this activity is students from SMA Katolik Frateran Surabaya, with 24 students. The implementation method includes a pre-test and post-test to measure improvement in students' understanding, presentation of material on digital payment systems and anti-consumerism, and the "Family 100" game designed to test students’ knowledge. In addition, a guessing game session deepens participants' understanding in a fun, interactive way. Topics covered include an introduction to digital payment systems and strategies for managing consumption desires in the digital era. The results show an increase in students' understanding of financial management and the wise use of payment systems. This activity successfully motivated students to be more critical of digital consumerism, aligning with the Indonesian National Financial Literacy Strategy 2021–2025 goals. Keywords: young generation; consumerism; digital payment systems
Studi Komparatif Kinerja Keuangan PT Mulia Boga Raya dan PT Garuda Food Sebelum dan Sesudah Akuisisi Jonathan Hartono; Kenny Brian; Edric Ferdian; Joe Valentino; Vincentus Felix; Nanik Linawati
Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi dan Keuangan Vol. 6 No. 3 (2025): Juli
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/emak.v6i3.2427

Abstract

Penelitian ini menganalisis dan membandingkan kinerja keuangan PT Mulia Boga Raya sebelum dan sesudah akuisisi oleh PT Garuda Food pada tahun 2020. Periode penelitian mencakup enam tahun dari sebelum sampai sesudah akuisisi (2018-2023). Analisis dilakukan menggunakan rasio keuangan, meliputi rasio solvabilitas (Debt to Asset Ratio/DAR), rasio profitabilitas (Net Profit Margin/NPM, Return on Investment/ROI, Return on Equity/ROE, Return on Assets/ROA), dan rasio pasar (Earnings Per Share/EPS). Data diperoleh dari laporan keuangan tahunan kedua perusahaan. Penelitian ini diharapkan dapat mengidentifikasi perubahan signifikan dalam struktur modal, profitabilitas, dan nilai pasar PT Mulia Boga Raya pasca-akuisisi. Temuan dari penelitian ini diharapkan juga dapat memberikan kontribusi bagi pemangku kepentingan dalam memahami implikasi strategi akuisisi terhadap kinerja keuangan perusahaan.
Dampak Pandemi Covid-19 terhadap Percepatan Transformasi Digital di Sektor Perbankan Indonesia Jonathan Hartono; Kenny Brian; Edric Ferdian; Joe Valentino; Vincentinus Felix; Nanik Linawati
Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi dan Keuangan Vol. 6 No. 3 (2025): Juli
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/emak.v6i3.2459

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pandemi Covid-19 terhadap percepatan transformasi digital di sektor perbankan Indonesia. Pandemi telah menjadi katalis yang memaksa industri perbankan untuk mempercepat adopsi teknologi digital demi menjaga kelangsungan operasional, memenuhi ekspektasi nasabah, dan mendukung kebijakan pembatasan sosial. Studi ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka, mengkaji berbagai publikasi ilmiah, laporan industri, serta data sekunder dari lembaga keuangan dan regulator selama periode 2018–2023. Fokus utama penelitian meliputi perubahan strategi layanan perbankan, peningkatan penggunaan teknologi digital, serta implikasi terhadap efisiensi operasional dan kepuasan nasabah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandemi mendorong akselerasi transformasi digital secara signifikan, tercermin dari peningkatan investasi teknologi, perluasan layanan digital banking, dan penurunan ketergantungan terhadap layanan konvensional. Selain itu, kolaborasi antara bank dan perusahaan teknologi finansial (fintech) meningkat untuk menciptakan ekosistem digital yang lebih inklusif. Namun, percepatan ini juga menghadirkan tantangan, terutama terkait keamanan data, kesiapan infrastruktur, dan literasi digital masyarakat. Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa pandemi Covid-19 tidak hanya berdampak sebagai gangguan jangka pendek, tetapi menjadi pemicu strategis dalam perubahan paradigma industri perbankan menuju digitalisasi yang lebih matang dan berkelanjutan. Rekomendasi diberikan kepada pelaku industri dan regulator untuk memperkuat kerangka kebijakan, infrastruktur digital, serta program literasi guna mendukung transformasi digital yang inklusif dan aman.