Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Penggabungan Metode Itakura Saito Distance dan Backpropagation Neural Network untuk Peningkatan Akurasi Suara pada Audio Forensik(Combining Itakura Saito Distance and Backpropagation Neural Network Methods to Improve Sound Accuracy in Audio Forensic) Ardy Wicaksono; Sisdarmanto Adinandra; Yudi Prayudi
JUITA : Jurnal Informatika JUITA Vol. 8 Nomor 2, November 2020
Publisher : Department of Informatics Engineering, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1547.992 KB) | DOI: 10.30595/juita.v8i2.8248

Abstract

Audio merupakan salah satu barang bukti digital yang digunakan dalam cybercrime. Seringkali bahwa bukti audio ini membawa peran krusial untuk mengungkapkan adanya kasus kejahatan sehingga diperlukan proses analisis audio forensic. Audio tersebut berisi rekaman suara seseorang yang memiliki karakter dengan pengucapan kosakata yang berbeda-beda, pengucapan yang tidak jelas, dan memiliki banyak noise. Perlu adanya penanganan yang sesuai Standart Operational Procedure (SOP) audio forensics. Tahapan dalam melakukan audio forensic pada Digital Forensic Analyst Team Pusat Laboratorium Forensik (DFAT) PUSLABFOR terdiri dari 4 tahapan yakni Acquisition, Audio Enhancement, Decoding, dan Voice Recognition. Dalam penelitian ini akan dibahas mengenai analisis audio menggunakan metode speech processing yaitu Itakura Saito Distance dan metode jaringan syaraf tiruan yaitu Backpropagation Neural Network dengan tujuan memperkuat hasil akurasi identik suatu barang bukti rekaman suara. Jika metode ini dikaloborasikan akan memperkuat tingkat akurasi dan argument yang diperoleh dari proses analisa, khususnya dalam penanganan audio forensic. Akurasi itu sendiri diukur dari nilai kedekatan frekuensi atau spectrum antara rekaman suara asli dengan rekaman suara pembanding.  Hasil pengujian yang dilakukan pada 4 rekaman suara asli (unknown) dan 4 rekaman suara pembanding (known) dengan lebih dari 20 kosakata menunjukan akurasi tertinggi yang identik lebih dari 95%.
Perbandingan Tingkat Kemiripan Rekaman Suara Menggunakan Metode Itakura Saito Distance untuk Mendukung Analisa Audio Forensik Ardy Wicaksono; Eko Puji Laksono; Selvi Dwi Hartiyani
Jurnal KomtekInfo Vol. 10 No. 1 (2023): Komtekinfo
Publisher : Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/komtekinfo.v10i1.357

Abstract

Audio mengacu pada suara yang berbentuk sinyal listrik atau digital. Audio digital sering digunakan untuk merekam, menyimpan, dan mengirimkan audio, karena dapat dengan mudah diproses maupun dimanipulasi menggunakan komputer dan perangkat digital lainnya. Audio adalah media penting salah satu barang bukti digital, sering kali bahwa audio ini membawa peran krusial untuk mengungkap adanya kasus kejahatan sehingga diperlukan proses analisis forensik audio. Audio tersebut berisi suara rekaman seseorang yang memiliki karakter pengucapan kosakata yang berbeda-beda, pengucapan yang tidak jelas, dan memiliki banyak noise. Perlu adanya penanganan yang sesuai denganStandart Operational Procedure (SOP) audio forensik. Tahapan dalam melakukan audio forensics pada Digital Forensics Analyst Team Laboratorium Forensik (DFAT) PUSLABFOR terdiri dari 4 tahapan yakni Acquisition, Audio Enhancement, Decoding, dan Voice Recognition . Penelitian ini akan dibahasa meng0enai analisis audio menggunakan metode speech processing yaitu Itakura Saito Distance. Metode ini akan mengetahui tingkat akurasi suara dan argumentasi yang diperoleh dari proses Analisa, khususnya dalam penanganan audio forensik. Akurasi itu sendiri diukur dari nilai kedekatan frekuensi atauspektrum antara suara rekaman asli dengan rekaman suara pembanding. Pengujian dilakukan pada 4 rekaman suara asli ( unknown ) dan 4 rekaman suara pembanding ( known) menggunakan lebih dari 20 kosakata. Analisa menggunakan batas panjang waktu ( frame ) sebesar 100000 dari keseluruhan panjang waktu dari setiap suara yang menunjukaan akurasi perbandingan suara tertinggi 95%.
ANALISIS ANCAMAN KEAMANAN CYBER DI PT. CITILINK INDONESIA DAN SOLUSI UNTUK MENGAMANKAN OBJEK VITAL Fatihana Nur Salsabillah; Ardy Wicaksono; Sapriani Gustina; Landung Sudarmana
Journal of Scientech Research and Development Vol 6 No 1 (2024): JSRD, June 2024
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jsrd.v6i1.511

Abstract

Penelitian ini menganalisis ancaman cyber di PT. Citilink Indonesia dan mengembangkan solusi untuk melindungi aset vital perusahaan. Dengan data dari tim keamanan, dokumentasi internal, dan pengujian sistem, penelitian ini melakukan analisis SWOT dan perbandingan kebijakan dengan standar ISO 27001:2022. Pengujian penetrasi mengungkapkan kerentanan, terutama terhadap serangan phishing. Hasil analisis menunjukkan kekuatan Citilink dalam menghadapi tantangan cyber. Rekomendasi strategi mencakup peningkatan kesadaran karyawan, optimasi teknologi, dan penguatan infrastruktur cyber untuk meningkatkan perlindungan dan kesiapan perusahaan.
Carbon Neutral Industrial Process Optimization through Hybrid Machine Learning and Real Time Energy Efficiency Monitoring Framework Suyahman Suyahman; Ardy Wicaksono; Dwi Utari Iswavigra; Yogiek Indra Kurniawan; Very Dwi Setiawan; Dedi Setiadi
Green Engineering: International Journal of Engineering and Applied Science Vol. 2 No. 2 (2025): April : Green Engineering: International Journal of Engineering and Applied Sci
Publisher : International Forum of Researchers and Lecturers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70062/greenengineering.v2i2.285

Abstract

Introduction: Achieving carbon neutrality in industrial systems is essential for mitigating climate change and promoting sustainability. The increasing demand for energy optimization and carbon emission reduction has driven the development of advanced technologies, particularly hybrid machine learning (ML) models. These models, combining ensemble learning and reinforcement learning (RL), offer significant promise in optimizing industrial processes, reducing energy consumption, and improving environmental performance. This study explores the application of hybrid ML models in achieving carbon neutral goals through dynamic process optimization and energy control in industrial settings. Literature Review: Hybrid ML models integrate different machine learning techniques to handle complex and dynamic environments effectively. Ensemble learning methods, such as boosting, bagging, and stacking, combine multiple algorithms to improve predictive performance and robustness. Reinforcement learning (RL), on the other hand, enables real time decision making and adaptation based on trial and error interactions with the environment. In energy optimization, these models are used to reduce energy intensity and carbon emissions, enhancing overall operational efficiency. Previous studies have demonstrated the effectiveness of ML models in energy management, but challenges such as data quality, model integration, and computational complexity remain. Materials and Method: The study applies hybrid ML models combining ensemble learning and RL to optimize energy consumption and minimize carbon emissions in industrial processes. Data from real time sensors and operational parameters are used to train the models. The ensemble learning component improves the accuracy of energy predictions, while RL ensures dynamic process adjustments in response to fluctuating energy demand. The models were tested in various industrial settings, including manufacturing processes, smart grids, and microgrid systems. Performance metrics such as energy efficiency, carbon emissions reduction, and operational costs were evaluated to assess the effectiveness of the models.  Results and Discussion: The hybrid ML models achieved significant reductions in energy intensity (15-20%) and carbon emissions (18-25%). The real time adaptability of the RL component allowed the models to adjust energy consumption patterns dynamically, improving energy efficiency and reducing waste. The models demonstrated their ability to adapt to varying operational conditions, ensuring optimal energy use. A cost-benefit analysis showed that the hybrid models provided substantial energy savings and reduced operational costs, with a return on investment (ROI) of 30-35% within the first year of deployment. However, challenges such as computational complexity and data quality issues were identified, highlighting the need for further refinement in model development.
Explainable Artificial Intelligence Framework for Interpretable Fault Diagnosis and Remaining Useful Life Prediction in Smart Industrial Rotating Machinery Suyahman Suyahman; Deny Prasetyo; Ahmad Budi Trisnawan; Ardy Wicaksono; Muhamad Furqon
International Journal of Mechanical, Industrial and Control Systems Engineering Vol. 1 No. 1 (2024): March: IJMICSE: International Journal of Mechanical, Industrial and Control Sys
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/ijmicse.v1i1.402

Abstract

Predictive maintenance (PdM) plays a crucial role in modern industrial systems by minimizing downtime, reducing maintenance costs, and optimizing asset performance. However, many predictive models operate as “black box” systems, limiting transparency and making it difficult for operators to interpret their outputs. This study aims to integrate Explainable Artificial Intelligence (XAI) techniques with Remaining Useful Life (RUL) prediction models to improve both accuracy and interpretability. Various machine learning and deep learning approaches, including Support Vector Machines (SVM), Random Forest (RF), XGBoost, Long Short-Term Memory (LSTM), and Convolutional Neural Networks (CNN), are employed to predict RUL using real-time sensor data from rotating machinery. XAI methods such as SHAP, LIME, and attention mechanisms are applied to provide human-understandable explanations of model predictions. The models are evaluated based on accuracy, Root Mean Square Error (RMSE), and interpretability scores. The results show that XAI-enhanced models outperform traditional approaches in predictive performance while offering greater transparency. These explanations help maintenance engineers better understand the factors influencing predictions, thereby improving decision-making and trust in the system. Nevertheless, the integration of XAI introduces additional computational complexity, which may pose challenges for large-scale industrial implementation. Overall, this study highlights the potential of combining XAI with RUL prediction to develop more reliable, transparent, and effective predictive maintenance solutions.