Irfanita Nurhidayah
Bagian Keilmuan Keperawatan Gawat Darurat

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN SEVERE AORTIC INSUFFICIENCY POST AORTIC VALVE REPLACEMENT (AVR) BIOPROSTHETIC DI ICU 2: STUDI KASUS Meliza Savira; Aklima Aklima; Irfanita Nurhidayah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 1, No 4 (2022): Karya Ilmiah Mahasiswa (KIA)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aortic Regurgitation atau dikenal sebagai Insufficiency Aorta merupakan penyakit katup jantung yang menyebabkan penutupan katup aorta yang tidak memadai sehingga mengakibatkan jumlah darah berlebihan pada ventrikel kiri. Apabila kondisi ini berlangsung secara terus menerus, maka akan menyebabkan perubahan struktural di ventrikel kiri sehingga jika tidak ditangani dengan baik akan menyebabkan gagal jantung kronis yang berujung pada kematian. Salah satu penatalaksanaan pada kondisi ini adalah pembedahan penggantian katup aorta (Aortic Valve Replacement/AVR). Studi kasus ini bertujuan untuk menjelaskan asuhan keperawatan kegawatdaruratan pada pasien yang mengalami Severe Aortic Regurgitation Post AVR Bioprosthetic. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Hasil pengkajian terhadap Tn. W didapatkan beberapa masalah keperawatan, yaitu penurunan curah jantung berhubungan dengan perubahan kontraktilitas jantung, risiko perdarahan berhubungan dengan tindakan pembedahan, risiko infeksi berhubungan dengan efek prosedur invasive, dan nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisik (prosedur operasi). Hasil evaluasi hari ketiga menunjukkan bahwa kondisi pasien terdapat perbaikan, dimana status hemodinamik yaitu tekanan darah 130/78 mmHg, MAP 98 mmHg, HR 71 kali/menit, dan RR 23 kali/menit, hasil faal hemostasis pasien seperti PT 15, 20 detik, APTT 28,50 detik, dan D-dimer 360,00 ng/mL sudah dalam batas normal. Beberapa alat di tubuh pasien satu persatu dilepas dan beberapa terapi obat-obatan titrasi seperti Milrinone, Sulfentanyl, Norepinephrine, dan Amiodarone sudah dihentikan dan dilanjutkan dengan obat-obatan melalui oral seperti Aldacton, Captropil, dan Concor. Namun pasien masih memerlukan pemantauan dan intervensi lanjutan karena pasien masih lemah, diaforesis, nyeri pada luka operasi, pasien mengeluh pusing, dan batuk. Hasil asuhan keperawatan ini diharapkan dapat menjadi pedoman kepada perawat untuk melakukan perawatan yang intensive serta lebih menekankan keperawatan secara cepat dan tepat.