Ida Paulina Sormin
Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

KIAT APOTEKER DALAM KONSELING PENYAKIT DEGENERATIF YANG EFEKTIF DAN EFISIEN Ida Paulina Sormin; Salmaa Qoonitah
Pharmacy Action Journal Vol 2, No 2 (2023): 2023
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/paj.v2i2.6641

Abstract

Penyakit degeneratif merupakan kondisi kesehatan dimana organ atau jaringan terkait keadaan yang terus menurun seiring waktu Penyakit ini terjadi karena adanya perubahan perubahan pada sel-sel tubuh yang akhirnya mempengaruhi fungsi organ secara menyeluruh. Swamedikasi perlu dimonitor oleh apoteker khususnya pada pasien lansia karena adanya penurunan fungsi organ dan akumulasi penyakit-penyakit degeneratif sehingga perlu informasi obat atau konseling agar mendapat pelayanan langsung sesuai keahlian dan keilmuan apoteker. Konseling yang dilakukan apoteker adalah bagian dari pelayanan kefarmasian, bertujuan untuk meningkatkan hasil terapi dengan mengoptimalkan penggunaan obat-obatan yang tepat. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi dan tambahan wawasan kepada masyarakat dalam konseling penyakit degeneratif yang efektif dan efisien. Metode yang digunakan yaitu kegiatan webinar ini dilakukan secara daring melalui aplikasi zoom dan ditargetkan untuk mahasiswa program studi farmasi dan apoteker Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta serta dalam kegiatan webinar ini panitia menyiapkan beberapa contoh video konseling penyakit degenerative seperti hipertensi, diabetes melitus dan jantung koroner serta melakukan pre-test dan post-test. Dari 55 peserta yang hadir, hanya 45 peserta yang mengisi pertanyaan pretest dan 38 peserta mengisi pertanyaan pada posttest. Persentase rata – rata total skor prestest peserta sebesar 72,83% dan rata – rata skor posttest sebesar 70,43%. Jika dilihat dari grafik persentase rata – rata skor pretest dan post test, dapat dilihat bahwa terjadi penurunan sedikit skor posttest. Hal ini mungkin dikarenakan tidak semua peserta mengisi posttest serta kurangnya fokus pada saat kegiatan berlangsung.
CEGAH DAN BERANTAS OBAT PALSU/PENYALAHGUNAAN OBAT Ida Paulina Sormin
Pharmacy Action Journal Vol 2, No 2 (2023): 2023
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/paj.v2i2.6642

Abstract

Dalam penyelenggaraan upaya-upaya kesehatan yang bersifat menyeluruh dan terpadu, obat merupakan salah satu unsur penting karena dengan penggunaan obat yang tepat kondisi kesehatan masyarakat dapat terjamin. Pemalsuan obat-obatan mempunyai dampak sosial yang sangat merugikan masyarakat luas, sebagai contoh penggunaan obat palsu menyebabkan penderita tidak kunjung sembuh sehingga biaya pengobatan meningkat, bahkan bagi penderita yang sakit berat akan berakibat lebih parah seperti yang mengalami kecacatan atau kematian. Oleh karena itu pengabdian masyarakat berbasis webinar ini diadakan selain untuk meningkatkan keilmuan masyarakat, juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dan partisipasi masyarakat untuk mendukung program pencegahan obat palsu serta penyalahgunaan obat. Kegiatan webinar ini menargetkan masyarakat umum dengan luaran yang diharapkan yaitu dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang obat palsu. Masyarakat menjadi lebih mengerti tentang bahaya obat palsu. Webinar dengan metode presentasi dan tanya jawab dilaksanakan 22 Februari 2022. Total peserta yang mengikuti kegiatan webinar dengan mengisi absen secara online sebanyak 166 peserta, dimana peserta yang merupakan mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta sebanyak 76 peserta dan berasal dari instansi lainnya sebanyak 90 peserta. Persentase peserta yang berasal dari instansi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta sebesar 46% dan yang berasal dari instansi lainnya 54%. Dari 166 peserta yang mengisi daftar hadir, hanya 91 peserta yang mengisi pertanyaan pretest dan 87 peserta mengisi pertanyaan pada posttest. Persentase rata – rata total skor prestest perserta sebesar 78,7% dan rata – rata skor posttest sebesar 89,4% dapat dilihat bahwa terjadi peningkatan skor posttest sebesar 11,97%.
Cost Effectiveness Analysis Terapi Kombinasi Golongan ACEI (Angiotensin Converting Enzym Inhibitors) – CCB (Calcium Channel Blockers) dan ARB (Angiotensin Receptor Blockers) – CCB (Calcium Channel Blockers) pada Pasien Hipertensi dengan Hemodialisa di R Shafira Anggia Dini; Ida Paulina Sormin
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55971

Abstract

Hipertensi merupakan faktor risiko utama penyakit ginjal kronik yang memerlukan terapi jangka panjang dengan pertimbangan klinis dan ekonomi. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas biaya terapi kombinasi ACEI–CCB dibandingkan ARB–CCB pada pasien hipertensi dengan hemodialisis di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi. Penelitian menggunakan desain deskriptif retrospektif dengan pendekatan Cost Effectiveness Analysis (CEA). Sampel berjumlah 80 pasien yang dipilih menggunakan purposive sampling, terdiri dari 27 pasien kelompok ACEI–CCB dan 53 pasien kelompok ARB–CCB. Data diperoleh dari rekam medis periode Januari–Desember 2025. Efektivitas diukur berdasarkan proporsi pasien yang mencapai target tekanan darah. Hasil penelitian menunjukkan efektivitas terapi ARB–CCB sebesar 81,13% lebih tinggi dibandingkan ACEI–CCB sebesar 51,85%. Total biaya medis langsung ARB–CCB sebesar Rp 14.816.264 lebih tinggi dibandingkan ACEI–CCB sebesar Rp 14.446.115. Nilai ACER ARB–CCB sebesar Rp 18.262.373 lebih rendah dibandingkan ACEI–CCB sebesar Rp 27.861.359, dengan nilai ICER sebesar Rp 32.783.422. Disimpulkan bahwa terapi kombinasi ARB–CCB lebih cost-effective dibandingkan ACEI–CCB pada pasien hipertensi dengan hemodialisis.
Evaluasi Kualitas Pelayanan Informasi Obat Pada Pasien Tuberkulosis Puskesmas Rawat Jalan di Kabupaten Pandeglang Menggunakan Analisis Gap Serqual Safaruddin Tumangger; Ida Paulina Sormin; Lindhajani Lindhajani; Stefanus Lukas
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.57293

Abstract

Tuberkulosis masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan pengelolaan terapi jangka panjang, sehingga kualitas pelayanan informasi obat  berperan penting dalam meningkatkan pemahaman dan kepatuhan pasien terhadap pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas pelayanan informasi obat pada pasien tuberkulosis rawat jalan di Puskesmas Kabupaten Pandeglang berdasarkan tingkat kepuasan, kejelasan, dan kelengkapan informasi obat yang diberikan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 300 pasien tuberkulosis rawat jalan yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner SERVQUAL yang mencakup lima dimensi kualitas pelayanan, yaitu tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Analisis data dilakukan secara univariat dan gap analysis untuk membandingkan skor harapan dan persepsi pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor harapan pasien berada pada kisaran 3,4-4,4, sedangkan skor persepsi berada pada kisaran 3,0-4,0. Sebagian besar indikator pelayanan menunjukkan nilai gap negatif dengan rentang -0,2 hingga -1,2, yang mengindikasikan bahwa pelayanan informasi obat belum sepenuhnya memenuhi harapan pasien. Meskipun demikian, beberapa indikator menunjukkan gap nol dan gap positif (+0,2 hingga +0,8), menandakan adanya aspek pelayanan yang telah sesuai atau melebihi harapan pasien. Dapat disimpulkan bahwa kualitas pelayanan informasi obat pada pasien tuberkulosis rawat jalan di Puskesmas Kabupaten Pandeglang secara umum masih perlu ditingkatkan, terutama pada dimensi Empati (Empathy, Jaminan (Assurance), Daya Tanggap (Responsiveness) dengan gap negatif yang dominan, guna mendukung keberhasilan pengobatan tuberkulosis.