Penelitian ini bertujuan untuk menginterpretasikan gaya bahasa yang terdapat dalam orasi Qūs bin Sa’idah di Pasar Ukaz. Qūs bin Sa’idah adalah salah satu Uskup dari Najran, ada yang mengatakan ia adalah seorang peramal dan dukun yang terkenal dari orang Arab sebelum Islam masuk. Ahmad Amin berpendapat bahwa Ibnu Saa’idah beragama Nasrani. Ia adalah orang pertama yang memulai orasinya dengan Ammaa ba’du dan bersandar pada pedang atau tongkat pada waktu ia berorasi. Orasi tersebut akan dianalisis menggunakan pendekatan stilistika dengan bantuan ilmu statistik. Stilistika merupakan kajian tentang stile, kajian terhadap wujud performasi kebahasaan khususnya yang terdapat di teks-teks kesastraan. Model stilistika yang digunakan adalah stilistika model pendekatan Syihabuddin Qalyubi yang berfokus pada analisis khamsah mustawayāt atau lima level analisis yaitu, Mustawa As-Shauti, al-Mustawā al-Ṣarfi, al-Mustawā al-Nahwi au al-Tarkibi, al-Mustawā al-Dalāli, al-Mustawā al-Taṣwīri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode campuran (mix method). Penelitian metode campuran merupakan metode penelitian yang mengombinasikan atau mengasosiasikan bentuk kualitatif dan bentuk kuantitatif. Metode ini melibatkan asumsi-asumsi filosofis, aplikasi metode-metode kualitatif dan kuantitatif, dan pencampuran (mixing) kedua pendekatan tersebut dalam satu penelitian. Hasil dari penelitian ini adalah pada orasi Qūs bin Sa’idah terdapat 192 sistem fonem yang terdiri atas 171 jenis majhur dengan persentase 89% dan 21 jenis mahmus dengan persentase 11%. Ditemukan bahwa terdapat 93 kata yang digunakan dalam orasi Qūs bin Sa’adah dengan klasifikasi 17 fi’il (18%), 47 ism (51%) dan 28 hurf (30%). Kemudian ditemukan dari 93 kata yang digunakan, mubtada menjadi kata paling banyak yang digunakan yaitu 55 kali dengan persentase 59%. Sedangkan khabar digunakan 38 kali dengan persentase 41%. terdapat 5 pasang (83%) kata antonim dan 1 pasang (17%) kata sinonim yang digunakan. Serta Terdapat 8 jinas yang digunakan serta jinas ghaira tam adalah jinas yang paling banyak digunakan dengan klasifikasi 7 jinas (88%). Sementara jinas tam hanya 1 kali (13%) digunakan. Kata Kunci: Gaya bahasa, Qūs bin Sa’idah, Stilistika Statistik