Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PROGRAM PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI PADA PESERTA DIDIK KELAS X DI MA NAWA KARTIKA DENGAN METODE PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH Arisonia Ika Yulia Saputri; Farhan Rafifidananto; Hesti Sulistyowati; Krisna Adi Prasetia; Putu Asprila Sutejo; Rosalia Aisyiah Rahmawati
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2023): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, April 2023
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v2i4.451

Abstract

Menulis puisi merupakan bagian dari pembelajaran menulis yang  diajarkan di sekolah, baik pada tingkat pendidikan dasar maupun menengah. Salah satu masalah yang berkaitan dengan menulis puisi adalah pembelajaran menulis puisi yang sering kali menjadi hal yang tidak disukai peserta didik. Kartono, Kartini (2018: 2) mengemukakan bahwa salah satu materi pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia yang dianggap sulit oleh peserta didik adalah puisi, mulai dari menganalisa puisi, memaknai puisi, membaca puisi, hingga menulis puisi. Fakta dan data diperoleh pada saat observasi berdasarkan wawancara dengan Guru Bahasa Indonesia, pada pembelajaran keterampilan menulis puisi kelas X MA Nawa Kartika masih perlu pembinaan dan pengembangan dalam melatih kecakapan menuangkan ide dalam bentuk puisi. Tujuan yang diharapkan dari program pelatihan ini adalah (1) meningkatkan pengetahuan dalam menulis puisi; (2) meningkatkan motivasi siswa dalam menulis puisi; dan (3) meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis puisi. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat khususnya kepada lembaga sekolah. Subjek kegiatan ini adalah peserta didik di MA Nawa Kartika, Kepala MA Nawa Kartika, dan guru bahasa Indonesia MA Nawa Kartika. Ada tiga tahapan dalam kegiatan ini, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Berdasarkan data tes yang diperoleh pada tahap I, skor yang diraih peserta didik termasuk ke dalam kategori kurang yakni mendapatkan skor rata-rata 53.3. Hasil peningkatan menulis puisi pada tahap II mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Dari 27 peserta didik yang mengikuti peningkatan keterampilan menulis puisi pada tahap II didapati perolehan rata-rata yang naik secara signifikan yakni sebesar 78.9 yang artinya terjadi peningkatan rata-rata sebesar 25.6.
PROGRAM PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI PADA PESERTA DIDIK KELAS X DI MA NAWA KARTIKA DENGAN METODE PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH Arisonia Ika Yulia Saputri; Farhan Rafifidananto; Hesti Sulistyowati; Krisna Adi Prasetia; Putu Asprila Sutejo; Rosalia Aisyiah Rahmawati
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2023): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, April 2023
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v2i4.451

Abstract

Menulis puisi merupakan bagian dari pembelajaran menulis yang  diajarkan di sekolah, baik pada tingkat pendidikan dasar maupun menengah. Salah satu masalah yang berkaitan dengan menulis puisi adalah pembelajaran menulis puisi yang sering kali menjadi hal yang tidak disukai peserta didik. Kartono, Kartini (2018: 2) mengemukakan bahwa salah satu materi pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia yang dianggap sulit oleh peserta didik adalah puisi, mulai dari menganalisa puisi, memaknai puisi, membaca puisi, hingga menulis puisi. Fakta dan data diperoleh pada saat observasi berdasarkan wawancara dengan Guru Bahasa Indonesia, pada pembelajaran keterampilan menulis puisi kelas X MA Nawa Kartika masih perlu pembinaan dan pengembangan dalam melatih kecakapan menuangkan ide dalam bentuk puisi. Tujuan yang diharapkan dari program pelatihan ini adalah (1) meningkatkan pengetahuan dalam menulis puisi; (2) meningkatkan motivasi siswa dalam menulis puisi; dan (3) meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis puisi. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat khususnya kepada lembaga sekolah. Subjek kegiatan ini adalah peserta didik di MA Nawa Kartika, Kepala MA Nawa Kartika, dan guru bahasa Indonesia MA Nawa Kartika. Ada tiga tahapan dalam kegiatan ini, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Berdasarkan data tes yang diperoleh pada tahap I, skor yang diraih peserta didik termasuk ke dalam kategori kurang yakni mendapatkan skor rata-rata 53.3. Hasil peningkatan menulis puisi pada tahap II mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Dari 27 peserta didik yang mengikuti peningkatan keterampilan menulis puisi pada tahap II didapati perolehan rata-rata yang naik secara signifikan yakni sebesar 78.9 yang artinya terjadi peningkatan rata-rata sebesar 25.6.