Sihite, Barani
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Krisis Epistemologis dan Metodologis dalam Kajian Filsafat Keilahian/Teologi sebagai Ilmu Sihite, Barani
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 4 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.884 KB) | DOI: 10.54371/jiip.v6i4.1889

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas krisis epistemologi dan metodologi para ilmuan yang mempersoalkan realitas. Sayangnya, pluralitas paradigma pemikiran keilmuan yang memiliki cara pandang, latar belakang, ideolog, fanatisme, dan kepentingan berbeda-beda. Setiap orang dan aliran memiliki paradigma yang mengajukan pemikiran dan metodologi pada masanya terpecah-pecah, subjektif. Pandangan menunujukkan ada banyak subtansi yang menyusun realitas yang juga majemuk. Salah satu akibat krisis ini adalah proses kedudukan filsafat Keilahian/Teologi sebagai ilmu masih menjadi perdebatan-perdebatan. Paradigma baru juga belum memberikan jawaban yang pasti. Penelitian ini telah menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kajian pustaka buku, jurnal, dan artikel sebagai landasan teori. Kemudian data di analisis dan disajikan dengan cara yang baru untuk menjawab tujuan penelitian. Telaah yang telah peneliti lakukan berupa pembacaan dasar penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini telah menemukan akibat krisis epistemologis dan metodologis tidak ada kebenaran yang tunggal/absolut. Kemudian pluralitas paradigma mengalami ketidaktentuan, irasionalitas, dan kontingensi. Krisis epistemologis dan metodologis tidak menjawab salah satu masalah proses filsafat Keilahian/Teologi sebagai ilmu. Kesimpulan adalah, krisis epistemologis dan metodologis dalam filsafat Keilahian merupakan proses perubahan paradigma dalam tahapan perkembangan ilmu pengetahuan. Realitas sifatnya jamak dan tidak dapat digeneralisasi dengan sebuah teori, dan metode. Secara epistemologi ada banyak sudut pandang yang mengkin sama tujuannya, sama pentingnya, dan benarnya tentang sesuatu.