Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penatalaksanaan Dental pada Suspect Ectrodactily Ectodermal Dysplasia Clefting Syndrome Dibawah General Anestesi Ramdhani, Mesa Deminovianti; Setiawan, Arlette
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 4 No. 8 (2025): Indonesian Impression Journal (JII)
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v4i8.6917

Abstract

Ectrodactyly Ectodermal Dysplasia Clefting (EEC) Syndrome merupakan kelainan genetik langka yang ditandai dengan ektrodaktili, displasia ektodermal, dan celah orofasial. Kondisi ini sering disertai manifestasi dental kompleks dan kecemasan tinggi terhadap perawatan gigi. Tujuan laporan kasus ini adalah menggambarkan penatalaksanaan dental komprehensif pada pasien suspect EEC syndrome dengan kecemasan berat di bawah general anestesi. Pasien perempuan usia 7 tahun dengan riwayat cleft lip and palate datang dengan keluhan gigi berlubang multipel dan kesulitan makan. Pemeriksaan klinis menunjukkan hipodontia, karies multipel, dan kebersihan mulut buruk. Berdasarkan Frankl Behavioral Scale, pasien menunjukkan perilaku negatif sehingga diindikasikan perawatan di bawah general anestesi. Prosedur yang dilakukan meliputi ekstraksi gigi non-viable (75, 85, 46, 36), restorasi Glass Ionomer Cement pada gigi 73 dan 72, pulpotomi dengan Stainless Steel Crown pada gigi 84, scaling, dan aplikasi fluoride varnish. Pasien menjalani pemulihan tanpa komplikasi dengan perbaikan signifikan pada fungsi pengunyahan dan kenyamanan. Follow-up menunjukkan penyembuhan optimal dan peningkatan kualitas hidup. Perawatan dental di bawah general anestesi merupakan pendekatan efektif untuk pasien EEC syndrome dengan kecemasan berat, memungkinkan rehabilitasi oral komprehensif dalam satu sesi. Modifikasi alat kebersihan mulut dan pelibatan keluarga sebagai co-brusher menjadi kunci keberhasilan jangka panjang. Pendekatan multidisipliner dan dukungan berkelanjutan diperlukan untuk mengoptimalkan kualitas hidup pasien dengan kebutuhan khusus.