A. Subagja
Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Bandung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

OPTIMALISASI PENAMBAHAN ANTI STRIPPING AGENT WETFIX-BE PADA CAMPURAN BERASPAL PANAS (AC-WC) A. Subagja
Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol 15 No 2 (2013): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/potensi.v15i2.4752

Abstract

Daya ikat antara bitumen dan agregat yang tidak baik pada campuran beraspal, dapat menimbulkan terjadinya pengelupasan yang memudahkan penyerapan air yang pada akhirnya akan mempercepat terjadinya kerusakan jalan. Untuk meningkatkan daya lekat antara agregat dan bitumen dapat dilakukan dengan penambahan zat anti stripping agent. Zat aditif ini merupakan zat anti pengelupasan, dimana zat ini dapat meningkatkan daya lekat aspal terhadap agregat didalam campuran beraspal. Mengacu kepada Spesifikasi Umum 2010 .Pengujian dilakukan dengan menggunakan jenis anti stripping agent WETFIX-BE yang diperoleh dari PT. ENCEHA PASIFIC Jakarta, dan material lokal dari laboratorium bahan Politeknik Negeri Bandung. Dengan metode Marshall dilaboratorium dilakukan pengujian VIM, VMA, VFB, Kelelehan, Kepadatan, Stabilitas Sisa, untuk mendapatkan Kadar aspal optimum pada campuran beraspal panas (AC-WC) dengan gradasi kasar. Dengan penambahan stripping agent sebesar 0,20%, 0,25%, 0,30%, 0,35%, 0,40%, 0,45% dan 0,50% dari kadar aspal optimum, menunjukkan peningkatan nilai retained stability yang lebih baik dandapat meningkatkan kinerja campurandengan yang tidak menggunakan anti stripping agent. Sedangkan untuk kadar ASA optimum telah tercapai pada penambahan anti stripping 0,20% (91,71%), sesuai dengan yang disyaratkan Spesifikasi Umum 2010 pada Divisi 6 Pasal 6.3.2.7 revisi .1. 2011 (Min 90%).
RASIO PERBANDINGAN KUAT TEKAN ANTARA SILINDER DENGAN KUBUS UNTUK BERBAGAI VARIASI f.a.s DAN UMUR BETON A. Subagja
Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol 12 No 1 (2010): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/potensi.v12i1.4759

Abstract

PBI 1971 sampai saat ini masih digunakan sebagai spesifikasi pembetonan di Indonesia, salah satu yang dijadikan acuan adalah rasio perbandingan kekuatan tekan beton berbentuk silinder (diameter 15cm tinggi 30cm) terhadap kubus (15x15x15 cm). Apakah nilai tersebut masih relevan pada kondisi saat ini?Penelitian telah dilakukan di Laboratorium Uji Bahan Konstruksi Jurusan Teknik Sipil untuk menentukan rasio perbandingan kekuatan tekan silinder terhadap kubus beton pada umur 3 hari; 21 hari dan 28 hari dengan variasi fas 0,4 dan 0,6.Hasil penelitian menunjukkan Rasio perbandingan kekuatan tekan silinder terhadap kubus sebesar 0,83 didapat pada rancangan beton menggunakan fas 0,4 dan diuji pada umur 28 hari. Nilai Rasio tersebut sama menurut PBI 1971, dan persamaan yang digunakan adalah y = -0,000x2 + 0,011x + 0,748, Dimana y adalah rasio perbandingan kekuatan tekan silinder terhadap kubus beton dan x adalah umur beton (hari) masing-masing untuk w/c yang ditinjau.