AbstractSexual harassment in the workplace can have a negative impact on victims' well-being, including when they undergo job mutations. A victimological study of victims of sexual harassment in the workplace who undergo job mutations is important to understand the impact of job mutations on victims and how they can receive adequate support. This research aims to explore factors that affect victims of sexual harassment in the workplace who undergo job mutations, and efforts that can be made to improve their conditions. This research uses qualitative research methods with data collection techniques through in-depth interviews with victims of sexual harassment in the workplace who have undergone job mutations, as well as document and literature analysis. The results of the study show that victims of sexual harassment in the workplace who undergo job mutations experience significant psychological and social impacts, such as increased stress and insecurity, and difficulty adapting to new work environments. Factors such as social support, access to information, and access to legal protection networks affect the ability of victims to recover and obtain protection. Therefore, efforts that can be made include increasing victims' access to information and legal protection networks, as well as providing adequate social support to help victims recover from the impacts of sexual harassment and job mutations.Keywords: Victimology, sexual harassement, job mutitations AbstrakPelecehan seksual di tempat kerja dapat berdampak buruk pada kesejahteraan korban, termasuk ketika mereka mengalami mutasi pekerjaan. Studi victimologi tentang korban pelecehan seksual di tempat kerja yang terkena mutasi pekerjaan penting untuk memahami dampak mutasi pekerjaan pada korban dan bagaimana mereka dapat mendapatkan dukungan yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi korban pelecehan seksual di tempat kerja yang terkena mutasi pekerjaan, dan upaya yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi mereka. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dengan korban pelecehan seksual di tempat kerja yang mengalami mutasi pekerjaan, serta analisis dokumen dan literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa korban pelecehan seksual di tempat kerja yang terkena mutasi pekerjaan mengalami dampak psikologis dan sosial yang signifikan, seperti peningkatan stres dan rasa tidak aman, dan kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja baru. Faktor-faktor seperti dukungan sosial, akses terhadap informasi, dan akses terhadap jaringan perlindungan hukum mempengaruhi kemampuan korban dalam memulihkan diri dan mendapatkan perlindungan. Oleh karena itu, upaya yang dapat dilakukan termasuk meningkatkan akses korban terhadap informasi dan jaringan perlindungan hukum, serta memberikan dukungan sosial yang memadai untuk membantu korban dalam memulihkan diri dari dampak pelecehan seksual dan mutasi pekerjaanKata Kunci; Victimologi, pelecehan seksual, mutasi pekerjaan