Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN DAN KEMAMPUAN TNI DALAM OPERASI PENANGGULANGAN BENCANA GUNA MEMPERKUAT PERTAHANAN NEGARA Benny Rahadian; Priyanto Priyanto; Agus Winarna
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 2 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i2.2023.736-755

Abstract

Operasi penanggulangan bencana dilakukan oleh beberapa unsur, salah satunya TNI. Tidak kuatnya dasar hukum terhadap peran dan kemampuan TNI dalam kegiatan operasi penanggulangan bencana menyebabkan pelaksanaan tugas operasi tidak maksimal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Bagaimana peran dan kemampuan TNI dalam operasi penanggulangan bencana guna memperkuat pertahanan negara. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif dan pengumpulan data melalui wawancara dan studi pustaka. Hasil penelitian adalah TNI berperan dalam masa pra bencana: TNI melaksanakan kegiatan mitigasi, sosialisasi kebencanaan, melaksanakan kegiatan pencegahan dini (preventif) dan pengorganisasian kebencanaan. Dalam membangun kesiapsiagaan bencana alam, TNI juga melaksanakan latihan terkait penanggulangan bencana alam. Pada masa tanggap bencana, TNI merupakan eksekutor utama dalam penanganan akibat bencana, pertolongan dan pencarian, evakuasi dan menyelenggarakan manajemen pengungsian bekerjasama dengan BNPB dan unsur lainnya. Peran TNI dalam masa pasca bencana yaitu membantu dalam rehabilitasi dan rekonstruksi terhadap wilayah terdampak. Kemampuan TNI dalam melakukan tugas penanggulangan bencana alam belum optimal pada aspek kemampuan personel, kemampuan fasilitas sarana dan prasarana serta kemampuan anggaran. Strategi yang dirumuskan adalah optimalisasi “Peran dan Peningkatan Kemampuan TNI Dalam Operasi Penanggulangan Bencana Guna Memperkuat Pertahanan Negara”. Kesimpulan penelitian bahwa pelibatan TNI dalam operasi penanggulangan bencana merupakan tugas perbantuan dalam rangka OMSP, yang meliputi juga tentang pengerahan personel dan logistik (alutsista) yang dilakukan dengan sistem komando. Saran penelitan adalah perlu dirumuskan kembali regulasi dan peranti lunak terkait mekanisme penanggulangan bencana serta tumpang tindihnya regulasi maupun kebijakan dalam penanganan kebencanaan yang melibatkan TNI dan instansi terkait. Perlu pemenuhan sarana prasarana yang multipurpose dan kompatibel dalam mekanisme penanggulangan bencana
Strategi Kesiapsiagaan Dan Kolaborasi Satuan Nuklir, Biologi, dan Kimia Angkatan Darat Dengan Badan/Instansi Non-Kementerian Pertahanan Dalam Rangka Dekontaminasi dan Mitigasi Ancaman Nubika Tedi Setia Herlambang; Agus Winarna; Ruslan Arief
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8656

Abstract

Ancaman NUBIKA sebagai bagian dari ancaman nonkonvensional memiliki potensi dampak luas terhadap keselamatan manusia, lingkungan, dan stabilitas nasional. Penanganan ancaman tersebut menuntut kesiapsiagaan militer yang didukung kolaborasi lintas sektor antara TNI dan badan/instansi non-kementerian pertahanan. Satuan Nuklir, Biologi, dan Kimia (NUBIKA) TNI Angkatan Darat berperan strategis dalam dekontaminasi dan mitigasi ancaman nuklir sebagai bagian dari sistem pertahanan negara semesta. Tesis ini bertujuan menganalisis strategi kesiapsiagaan kolaboratif Satuan NUBIKA TNI AD serta sinerginya dengan badan/instansi non-kementerian pertahanan. Penelitian ini menggunakan kerangka Teori Pertahanan Negara, Strategi Pertahanan dan Deterrence, Kesiapsiagaan Militer dan Manajemen Krisis, Teori Sinergi, Teori Kolaborasi serta Analisis SWOT Varian (IFAS/EFAS). Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapsiagaan kolaboratif Satuan NUBIKA TNI AD telah berjalan, namun belum optimal akibat keterbatasan regulasi terpadu, perbedaan mekanisme komando dan koordinasi, serta belum terintegrasinya sumber daya dan latihan bersama. Meskipun demikian, terdapat peluang penguatan sinergi melalui penyusunan kebijakan terpadu, peningkatan interoperabilitas, dan penguatan kapasitas kelembagaan lintas sektor guna meningkatkan efektivitas dekontaminasi dan mitigasi ancaman nuklir dalam mendukung pertahanan negara.