Arief Bachtiar
Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Beban Kerja Perawat dan Kepatuhan Pelaksanaan Surgical Safety Checklist di Rumah Sakit Fransisca Mareta D A; Arief Bachtiar; Tri Johan Agus Yuswanto
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14nk202

Abstract

Nurse workload is all activities or activities carried out by a nurse while serving in a nursing service unit, which is one of the factors that influence compliance in the implementation of the surgical safety checklist. So research is needed which aims to determine the relationship between nurse workload and adherence to the implementation of surgical safety checklists at Mardi Waluyo Hospital Blitar. The design of this study was cross-sectional, involving 21 respondents who were selected using the total population sampling technique. The data that had been collected was analyzed using the Spearman Rank correlation test. The results showed that the most workload was moderate (39%), and the most compliance with the implementation of the surgical safety checklist was in the non-compliant category (80.4%). The p value was 0.000, with a correlation coefficient = 0.873. It can be concluded that there is a relationship between the workload of nurses and adherence to the implementation of the surgical safety checklist at Mardi Waluyo Hospital Blitar.Keywords: nurse workload; obedience; surgical safety checklist ABSTRAK Beban kerja perawat merupakan seluruh kegiatan atau aktivitas yang dilakukan oleh seorang perawat selama bertugas di suatu unit pelayanan keperawatan, yang merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kepatuhan dalam pelaksanaan surgical safety checklist. Maka diperlukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara beban kerja perawat dengan kepatuhan pelaksanaan surgical safety checklist di Rumah Sakit Mardi Waluyo Blitar. Rancangan penelitian ini adalah cross-sectional, yang melibatkan 21 responden yang dipilih dengan teknik total population sampling. Data yang telah terkumpul dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja paling banyak adalah level sedang (39%), dan kepatuhan pelaksanaan surgical safety checklist paling banyak adalah pada kategori tidak patuh (80,4%). Nilai p adalah 0,000, dengan koefisien korelasi = 0,873. Dapat diambil kesimpulan yaitu terdapat hubungan antara beban kerja perawat dengan kepatuhan pelaksanaan surgical safety checklist di Rumah Sakit Mardi Waluyo Blitar.Kata kunci: beban kerja perawat; kepatuhan; surgical safety checklist
Pengaruh Meremas Plastisin Terhadap Nyeri Pasca Operasi Laparatomi Di RS Lavalette Malang Dwi Savira Agustin; Arief Bachtiar; Nurul Pujiastuti; Kissa Bahari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.376

Abstract

Nyeri pasca operasi merupakan masalah umum yang dapat mengganggu proses penyembuhan dan menurunkan kualitas hidup, dengan sekitar 70% kasus terjadi pada pasien yang menjalani operasi laparatomi. Diperlukan intervensi keperawatan mandiri yang sederhana untuk manajemen nyeri, salah satunya dengan teknik relaksasi meremas plastisin. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh meremas plastisin terhadap nyeri pasca operasi laparatomi. Desain penelitian menggunakan quasi-eksperimental dengan rancangan pre–post-test dua kelompok, melibatkan 40 responden yang dibagi menjadi kelompok perlakuan dan kontrol. Tingkat nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS), dengan analisis data uji Wilcoxon untuk membandingkan pre- dan post-test, serta uji Mann-Whitney untuk membandingkan perbedaan antar kelompok. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan tingkat nyeri sebelum dan sesudah intervensi pada kedua kelompok (p = 0,000; p < 0,05), serta perbedaan bermakna antara kelompok perlakuan dan kontrol setelah intervensi. Kesimpulannya, meremas plastisin terbukti efektif menurunkan nyeri pasca operasi laparatomi. Terapi nonfarmakologis ini mudah, praktis, dan dapat diterapkan secara luas sebagai strategi pendukung manajemen nyeri.