Meishafa Nanda
Poltekkes Kemenkes Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Karakteristik Ibu dengan Status Gizi pada Balita Usia 12-24 Bulan meishafa nanda
Gema Bidan Indonesia Vol. 10 No. 3 (2021): September 2021
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.864 KB)

Abstract

Status gizi kurang pada balita bisa menimbulkan pengaruh yang bisa menghambat pertumbuhan mental,fisik serta kemampuan berpikir. Hasil Riskesdas Provinsi Jawa Timur tahun 2018 menunjukkan balita yang mengalami gizi kurang meningkat sebesar 44%. Jumlah balita gizi kurang di Kabupaten Jombang tahun 2018 meningkat sebesar 0,6%.Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis hubungan antara karakteristik ibu dengan status gizi padaibalita 12-24 bulan.Jenis penelitian ini adalah analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini 134 balita usia 12-24 bulan yang telah dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Variabel independen yaitu karakteristik ibu.Variabel dependeniyaitu status gizi pada balita. Tempat dan waktu penelitian di Desa Rejosopinggir pada bulan Januari 2022. Instrumen penelitian berupa kuesioneridan pengukuran tinggi badan,berat badan. Data diolah dengan SPSS untuk dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan (p value ≤ α 0,05).Hasil penelitian Tidak ada hubungan antara usia ibu dengan status gizi dengan p=0,977 .Ada hubungan antara tingkat pendidikan ibu dengan status gizi dengan p=.0,015 Tidak ada hubungan antara pekerjaan ibu dengan status gizi balita dengan p=0,659.Ada hubungan antara status ekonomi dengan status gizi balita dengan p=0,00. Berdasarkan uraian dapat disimpulkan bahwa tingkatipendidikan dan status ekonomi berhubungan dengan peningkatan status gizi balita. Usia ibu dan pekerjaan ibu tidak ada hubungan dalam meningkatkan status gizi balita
Hubungan Karakteristik Ibu dengan Status Gizi pada Balita Usia 12-24 Bulan meishafa nanda
Gema Bidan Indonesia Vol. 10 No. 3 (2021): September
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v10i3.23

Abstract

Status gizi kurang pada balita bisa menimbulkan pengaruh yang bisa menghambat pertumbuhan mental,fisik serta kemampuan berpikir. Hasil Riskesdas Provinsi Jawa Timur tahun 2018 menunjukkan balita yang mengalami gizi kurang meningkat sebesar 44%. Jumlah balita gizi kurang di Kabupaten Jombang tahun 2018 meningkat sebesar 0,6%.Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis hubungan antara karakteristik ibu dengan status gizi padaibalita 12-24 bulan.Jenis penelitian ini adalah analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini 134 balita usia 12-24 bulan yang telah dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Variabel independen yaitu karakteristik ibu.Variabel dependeniyaitu status gizi pada balita. Tempat dan waktu penelitian di Desa Rejosopinggir pada bulan Januari 2022. Instrumen penelitian berupa kuesioneridan pengukuran tinggi badan,berat badan. Data diolah dengan SPSS untuk dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan (p value ≤ α 0,05).Hasil penelitian Tidak ada hubungan antara usia ibu dengan status gizi dengan p=0,977 .Ada hubungan antara tingkat pendidikan ibu dengan status gizi dengan p=.0,015 Tidak ada hubungan antara pekerjaan ibu dengan status gizi balita dengan p=0,659.Ada hubungan antara status ekonomi dengan status gizi balita dengan p=0,00. Berdasarkan uraian dapat disimpulkan bahwa tingkatipendidikan dan status ekonomi berhubungan dengan peningkatan status gizi balita. Usia ibu dan pekerjaan ibu tidak ada hubungan dalam meningkatkan status gizi balita