This Author published in this journals
All Journal Jurnal Dewantara
Dliyaul Haq, M.E.I
IAIN Metro

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implementasi Laporan Keuangan Usaha Kecil Menengah Pengrajin Kayu Se-Lampung Untuk Penyehatan Dan Kemaslahatan Dliyaul Haq, M.E.I
Jurnal Dewantara Vol 12 No 02 (2021): Jurnal Dewantara
Publisher : MKKS SMA, MKKS SMP se-Kota Metro, Persatuan Sarjana Pendidikan Islam Wilayah Provinsi Lampung, dan CV.IQRO Penerbitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Implementasi laporan keuangan usaha kecil menengah pengrajin kayu, merupakan cara untuk mewujudkan UKM yang sehat, yang nantinya berdampak positif kepada perekonomian secara makro maupun mikro atau mungkin negatif apabila tidak dilaksanakan dengan baik. Terutama, minimnya penerapan yang dilakukan oleh persatuan pengrajin kayu se-Lampung. Persatuan pengrajin kayu ini beranggotakan 40 orang yang tersebar di berbagai kawasan Lampung di antaranya Bandar Lampung, Menggala, Lampung Barat, Pekalongan, dan sebagainya. Yang hampir keseluruhan tidak menerapkan laporan keuangan dalam kegiatan usahanya, serta terkadang mengalami kerugian dalam kurun waktu 1 bulan sebanyak Rp.100.000.000,00-, namun, persatuan ini telah banyak menyerap tenaga kerja di lingkungannya yang secara otomatis dapat membantu kesehjahteraan/kemaslahatan sendiri dan masyarakat sekitarnya. Metode Penelitian menggunakan pendekatan eksplorasi dan experience survey sebagai teknik operasionalnya. Sedangkan penelitian ini berusaha untuk memahami dan menggali lebih dalam sejauhmana implementasi laporan keuangan dan penyehatan serta kemaslahatan usaha kecil menengah di Lampung. Sedangkan alasan pemilihan metode experience survey adalah untuk mendapat data, informasi maupun ide dari pihak yang menerapkan dan tidak menerapkan laporan tersebut sehingga analisis permasalahan menjadi lebih valid. Temuan penelitian menunjukkan bahwa masih banyak pemilik UKM (dari 12 UKM ada 5 UKM) yang tidak menyimpan bukti transaksi, padahal menyimpan bukti transaksi secara tidak sadar mereka telah melakukan pengendalian akan keuangan mereka. Bukti transaksi tersebut dapat digunakan sebagai bukti menyusun catatan yang mereka miliki dan dari catatan tersebut mereka dapat menyusun laporan keuangan mereka.