Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Keterampilan menulis teks persuasi siswa sekolah menengah pertama (SMP): apakah efektif menggunakan media iklan dan media karikatur? Dewi Nurhadi; Akmal Hamsa; Ramly Ramly
Gema Wiralodra Vol. 14 No. 1 (2023): Gema Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/gw.v14i1.325

Abstract

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk (1) mengkaji keterampilan menulis teks persuasi siswa SMP dalam  menggunakan media iklan dan media karikatur; dan (2) membuktikan keefektifan penggunaan media iklan dan kakarikatur dalam  meningkatkan ketrampilan menulis teks persuasi siswa  SMP. Penelitian ini menggunakan Quasi Eksperimen bentuk desain Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Binamu. Penarikan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik simple random sampling dengan penentuan sampel secara acak. Sampel yang terpilih, yaitu Kelas VIII3 dengan menggunakan media iklan dan Kelas VIII1 dengan menggunakan media karikatur. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa tugas menulis teks persuasi dengan pengumpulan data, yaitu pemberian tugas. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial menggunakan bantuan SPSS version 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) keterampilan menulis teks persuasi dengan menggunakan media iklan siswa Kelas VIII3 SMP Negeri 2 Binamu berada pada kategori terampil dengan nilai rata-rata 73,65; (2) keterampilan menulis teks persuasi dengan menggunakan media karikatur siswa Kelas VIII1 SMP Negeri 2 Binamu berada pada kategori cukup terampil dengan nilai rata-rata 60,81; dan (3) keterampilan menulis teks persuasi dengan menggunakan media iklan lebih efektif daripada media karikatur. Hal ini ditunjukkan dari hasil analisis data, diperoleh nilai thitung sebesar 3,214 dan nilai ttabel 1,993. Sehingga, dinyatakan bahwa nilai thitung > ttabel, maka hipotesis alternatif (H1) diterima. Artinya, media iklan lebih efektif daripada media karikatur dan hipotesis nol (H0) ditolak.
Bridging the Gap: Teacher Efficacy and Diagnostic Assessment in Remote Indonesian Schools Ramly Ramly; Azis Azis; Muhammad Fajar B; Amirullah Abduh; Muhammad Nur Ashar Asnur
International Journal of Language Education Vol. 9, No. 4, 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ijole.v1i2.82109

Abstract

Research on Diagnostic Assessment (DA) in remote schools in Indonesia is essential, as education in these areas has been a focus of the government attention for several decades and continues for future. This study provides an overview of teachers' readiness in implementing DA, particularly regarding their efficacy and self-perceptions. This study aims to describe teachers' confidence in conducting DA and their perceptions of its benefits for learning. Data were collected from 35 teachers with varying employment statuses and teaching experience using a questionnaire with linear-scale responses. The questionnaire measured efficacy across four aspects using twelve statements and perceptions across three aspects using nine statements. The questionnaire was distributed online via Google Forms. The data were analyzed using descriptive statistics and presented in frequency tables. The findings reveal that teachers in remote schools have a high level of confidence in their ability to implement DA, adapted to the conditions of underdeveloped areas. Teachers perceive DA as fundamentally effective in transforming learning conditions, although it has not yet provided optimal benefits in various related aspects. Its implementation is also considered to be insufficiently intensive. It is concluded that teachers in remote schools are capable of implementing DA and are concerned about the current suboptimal execution of DA. The findings of this study suggest that while teachers in remote areas are confident in their ability to implement DA, further support and resources are necessary to optimize its use. Enhancing training programs and increasing the intensity of DA application could contribute to more effective teaching and learning outcomes, especially in under-resourced and geographically isolated settings