Ramadan Lubis
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Problematika Pendidikan Agama Islam di Desa Batu Layang Poppy Hidayah; Annisa Rahmadani; Namira Syahputri; Rapita Wizaoktavia; Ramadan Lubis
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 10 No 1 (2023): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/modeling.v10i1.1279

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui problematika pendidikan agama Islam (PAI) di salah satu desa yang terletak di Kabupaten Deli Serdang desa batu layang. problematika menjadi suatu permasalahan dan tantangan tersendiri yang perlu diselesaikan khususnya pada bidang pendidikan. Sangat banyak permasalahan dalam pendidikan yang belum di selesaikan. masalah Pendidikan Agama Islam di desa Batu Layang khusus terfokus kepada para pengajar,sekolah,dan masyarakat. Sebab problematika pendidikan agama Islam sendiri tidak bisa hanya terfokus pada instansi pendidikan tetapi permasalahan bagi semua masyarakat. Penelitian ini memakai metode kualitatif, berdasarkan pendekatan analisis. Dari hasil penelitian ini bahwasannya masyarakat muslim desa ini masih sangat tertinggal jauh dari nilai-nilai agama Islam, kurangnya fasilitas untuk melakukan kegiatan keagamaan, pengetahuan tentang ilmu agama yang masih minim sebab kurangnya atau tidak adanya pengajar di desa tersebut, hingga akhlak dan sopan santun yang masih harus diperbaiki di Desa Batu Layang.
Karakteristik Perkembangan Anak Usia 9 Tahun Kelas 4 SD Ramadan Lubis; Jihan Fauziah; Bunga Lestari; Mhd Taufik Lubis; Rahma Maulida Rambe; Ramadhani Dalimunthe
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/ccm2g823

Abstract

Anak usia 9 tahun yang umumnya berada di kelas IV Sekolah Dasar berada pada fase perkembangan yang mencakup aspek fisik, kognitif, sosial, emosional, moral, dan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik perkembangan anak usia 9 tahun kelas IV SD berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan orang tua. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi terhadap aktivitas anak di lingkungan sekolah, wawancara kepada orang tua, serta dokumentasi pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari aspek fisik, anak mengalami pertumbuhan yang stabil, memiliki energi yang tinggi, serta koordinasi motorik kasar dan halus yang semakin baik, terlihat dari aktivitas bermain, menulis, dan olahraga. Dari aspek kognitif, anak mampu berpikir logis terhadap hal-hal konkret, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Secara sosial-emosional, anak semakin mandiri, mampu bekerja sama dengan teman sebaya, serta mulai mampu mengendalikan emosi meskipun masih memerlukan bimbingan. Perkembangan moral ditandai dengan meningkatnya kesadaran terhadap aturan dan tanggung jawab. Sementara itu, perkembangan spiritual terlihat dari kebiasaan beribadah yang mulai terbentuk, pemahaman nilai-nilai agama.
Karakteristik Perkembangan Anak Usia 4 Tahun Kholila Wati; Ramadan Lubis; Nazirah Al-Zany; Surya Kartini Indah Sari Siregar; Nada Syiva Salsabila; Cut Farida Zuhra
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/s788dj90

Abstract

Jurnal ini bertujuan untuk mengkaji perkembangan anak usia dini (0-5 tahun) dalam konteks global dan nasional, dengan fokus pada aspek fisik, intelektual, emosi, sosial, dan moral. Perkembangan anak pada masa ini merupakan periode kritis yang dipengaruhi oleh faktor intrinsik dan ekstrinsik, serta memiliki implikasi signifikan terhadap pendidikan dan pembentukan karakter. Penulisan jurnal ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan wawancara dan observasi, yang melibatkan pengumpulan data melalui interaksi langsung dengan subjek (seperti orang tua dan anak), pengamatan perilaku, serta analisis terhadap sumber literatur terkait untuk memperoleh pemahaman mendalam tentang dinamika perkembangan individu. Hasil kajian menunjukkan bahwa setiap aspek perkembangan memiliki karakteristik unik yang saling terkait, dengan implikasi terhadap desain pendidikan yang responsif, seperti stimulasi motorik, kognitif, dan sosial-emosional. Temuan khusus dari observasi dan wawancara pada anak Yahya (usia 4 tahun) mengungkap perkembangan normal dalam aspek fisik, intelektual, emosi, sosial, dan moral, meskipun dengan variasi individu yang perlu perhatian lebih lanjut. Kesimpulannya, pemahaman mendalam terhadap perkembangan anak usia dini sangat penting untuk mencegah hambatan, mengoptimalkan potensi, serta mendukung pembangunan karakter dan prestasi generasi muda melalui intervensi dini yang holistik
Karakteristik Perkembangan Anak Usia 11 Tahun Kelas VI SD Ramadan Lubis; Masnuripa Siregar; Naina Idma Siregar; Cahya Widiya Putri; Suci Mawar Syahrani; Sakinah Hasbi
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/79hacz68

Abstract

Anak berusia 11 tahun yang duduk di kelas VI Sekolah Dasar berada pada masa transisi dari akhir kanak-kanak menuju awal masa remaja. Pada fase ini, terjadi perkembangan yang signifikan pada berbagai aspek, yaitu fisik, kognitif, emosional, sosial, moral, dan spiritual. Perkembangan fisik ditandai dengan pertambahan tinggi dan berat badan yang lebih cepat, disertai meningkatnya keterampilan koordinasi dan kekuatan gerak. Dari sisi kognitif, anak sudah mampu berpikir secara logis, kritis, dan terstruktur dalam memahami pelajaran. Perkembangan emosional dan sosial tampak melalui kemampuan mengelola emosi yang lebih baik, meningkatnya kebutuhan untuk diterima oleh teman sebaya, serta kemampuan bekerja sama dalam aktivitas kelompok. Pada aspek moral, anak mulai memahami konsep benar dan salah sesuai dengan aturan dan norma yang berlaku, serta menunjukkan sikap tanggung jawab dan kejujuran. Sementara itu, perkembangan spiritual tercermin dari tumbuhnya kesadaran beragama, pemahaman nilai-nilai keimanan, dan penerapan perilaku religius dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, pemahaman terhadap karakteristik perkembangan anak usia 11 tahun sangat penting bagi guru dan orang tua agar dapat memberikan pendampingan serta pembelajaran yang sesuai dengan tahap perkembangan peserta didik.