Zulfra Inayah
Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Gresik

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN INTENSITAS KEBISINGAN DENGAN STRES KERJA PADA PEKERJA BAGIAN PRODUKSI PABRIK ES BALOK DI LAMONGAN Suaibatul Islamiyah; Zulfra Inayah
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 3 (2023): Volume 10 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Hubungan Intensitas Kebisingan Dengan Stres Kerja Pada Pekerja Bagian Produksi Pabrik Es Balok Pabrik Es Balok Di Lamongan. Indonesia berada di peringkat 9 sebagai negara paling stres di dunia salah satunya akibat faktor lingkungan kerja kebisingan dari alat produksi. Penilitian untuk menganalisis hubungan intensitas kebisingan dengan stres kerja pada pekerja bagian produksi pabrik es balok di Lamongan. Jenis penelitian kuantitatif yakni analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional. Penelitian dilaksanakan di pabrik es balok di Lamongan. Sampel penelitian ialah pekerja bagian produksi pabrik es balok di Lamongan sebanyak 30 pekerja. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dan menggunakan alat ukur Sound Level Meter, dan kuisioner Survei Diagnostic Stres. Hasil Pengukuran kebisingan di bagian produksi didapatkan nilai 91,2 dB(A) yang melebihi Nilai Ambang Batas dan pekerja yang mengalami stres ringan sebanyak 22 pekerja (73%) serta stres berat sebanyak 8 pekerja (27%). Teknik analisis data menggunakan uji Sormers’d dan diperoleh p value 0,004. Berdasarkan hasil penelitian yaitu terdapat hubungan antara intensitas kebisingan dengan stres kerja pada pekerja bagian produksi pabrik es balok di Lamongan. Diharapkan perusahaan melakukan upaya pengendalian kebisingan di tempat kerja memberikan perlindung telinga kepada pekerja dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala seperti pemeriksaan pendengaran, dan memberikan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan pekerja.