Sanitasi merupakan uapaya pengendalian semua faktor lingkungan fisik menusia,yang mungkin menimbulkan atau dapat merugikan, bagi perkembangan fisik, kesehatan,dan daya tahan hidup manusia. Tersedianya sarana dan prasarana yang memadaidisekolah, baik kualitas maupun kuantitas harus diupayakan secara terus menerustermasuk perawatan dan pemeliharaannya dengan melibatkan semua potensi yang ada dilingkungan sekolah. Lingkungan sekolah yang sehat sangat diperlukan, selain dapatmendukung proses pembelajaran diharapkan juga dapat membudayakan gerakanmasyarakat perilaku hidup bersih dan sehat (Depkes RI, 2003).Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif observasional dengan menerapkandua teknik pengumpulan data yakni wawancara langsung dan pengamatan terhadapfasilitas sarana sekolah Dasar sebagai upaya menuju Sekolah Sehat.Hasil penelitian yang menunjukkan tingkat risiko fasilitas sarana sanitasi sekolahadalah sebagai berikut; 1) kondisi jamban di sekolah dasar ada 8 sekolah yang berisikodari 34 sekolah dasar. 2) Kondisi SPAL di sekolah dasar ada 18 sekolah yang berisikodari 34 sekolah. 3) Ketersediaan tempat cuci tangan di sekolah dasar ada 26 sekolahyang berisiko dari 34 sekolah dasar. 4) Kondisi TPS di sekolah dasar ada 18 sekolahyang berisiko dari 34 sekolah dasar. 5) Kondisi penyedia air bersih di sekolah dasar ada18 sekolah yang berisiko dari 34 sekolah dasar. 6) Kegiatan PSN di sekolah dasar ada 4sekolah yang berisiko dari 34 sekolah dasar