Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS EFEKTIVITAS SISTEM PEMINDAHAN SAMPAH “SURUNG SINTAK” DI KOTA BANJARMASIN Muhammad Firmansyah; Bella Nadya Safitri
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v9i1.16110

Abstract

Sempitnya wilayah dan padatnya penduduk di Banjarmasin menyebabkan sulitnya mencari lahan untuk membangun TPS di setiap kelurahan sehingga satu TPS dapat melayani beberapa kelurahan. Tidak meratanya TPS di setiap kelurahan mengakibatkan beberapa wilayah pemukiman relatif jauh untuk menjangkau TPS tersedia. Permasalahan tersebut membuat Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin menciptakan sebuah inovasi baru yaitu “Surung Sintak”. “Surung Sintak” merupakan tradisi Kalimantan Selatan, yang berarti diserahkan dan diambil. Penerapan “Surung Sintak” pada inovasi pemindahan sampah yang diciptakan oleh DLH Kota Banjarmasin adalah sampah diserahkan oleh petugas pengumpul, yang kemudian akan atau diterima oleh petugas “Surung Sintak” untuk dimasukkan ke dalam truk pengangkut sampah. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi teknis operasional pemindahan sampah “Surung Sintak” dan menganalisis efektivitas pemindahan sampah “Surung Sintak” dengan TPS Konvensional. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah wawancara dan observasi kepada pihak-pihak terkait. Penetapan daerah layanan Surung Sintak dilakukan dengan pihak kelurahan mengusulkan ke DLH Banjarmasin. Pengumpulan sampah dilakukan oleh petugas pengumpul. Pemindahan sampah dilakukan pada waktu dan lokasi yang telah disepakati bersama dengan estimasi waktu 2 jam pada satu titik layanan. Pengangkutan sampah dilakukan oleh satu orang supir (driver) dan tiga orang yang membantu, dengan alat pengangkut yaitu compactor truck. Dilihat dari jaraknya, pemindahan “Surung Sintak” lebih efektif dibandingkan membuang sampah ke TPS konvensional. Biaya operasional Surung Sintak lebih kecil Rp 87.300.000 dibandingkan TPS konvensional karena upah pekerja, pemeliharaan, dan kelengkapan untuk Surung Sintak lebih sedikit dibandingkan TPS konvensional. Kata Kunci: Efektivitas, Pemindahan Sampah, Surung Sintak.
Analisis Efektivitas Sistem Pemindahan Sampah “Surung Sintak” di Kota Banjarmasin Bella Nadya Safitri; Muhammad Firmansyah; Andy Mizwar; Muhammad Abrar Firdausy
Jernih: Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Vol. 9 No. 1 (2026): JERNIH
Publisher : Prodi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jernih.v9i1.1620

Abstract

The narrow area and dense population in Banjarmasin have made it difficult to find land to build TPS in each village so that one TPS can serve several villages. The uneven distribution of TPS in each urban villages resulted in several residential areas being relatively far away to reach the available TPS. These problems made the Banjarmasin City Environment Service create a new innovation, namely "Surung Sintak". "Surung Sintak" is a South Kalimantan tradition, which means handed over and taken. The application of "Surung Sintak" to the waste removal innovation created by the DLH of Banjarmasin City is that waste is handed over by collection officers, which will then be or be received by "Surung Sintak" officers to be put into garbage trucks. The determination of the Surung Sintak service area was carried out by the village administration proposing it to DLH Banjarmasin. Waste collection is carried out by collection officers. Waste transfer is carried out at a mutually agreed time and location with an estimated time of 2 hours at one service point. Waste transportation is carried out by one driver and three people who help, using a transporter, namely a compactor truck. Judging from the distance, the transfer of "Surung Sintak" is more effective than disposing of waste to conventional TPS. Surung Sintak's operational costs are Rp. 87,300,000 less than conventional TPS because the wages for workers, maintenance, and equipment for Surung Sintak are lower than conventional TPS. Keywords: Waste Transfer, Surung Sintak, Effectiveness.