Hari Fitria Utama
Universitas Negeri Malang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pandangan hidup Kejawen (Asta Brata) sebagai konsep kepemimpinan di era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, and Ambiguity) Hari Fitria Utama
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 7 No. 1 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v7i1.24056

Abstract

Tulisan ini membahas tentang gaya kepemimpinan Asta Brata untuk diterapkan di era VUCA, dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan tahap pengumpulan data, analisis dengan metode deskriptif-analitik, interpretasi, dan dilanjutkan tahap penulisan menjadi sebuah karya. Masalah yang di angkat dalam penelitian ini adalah bagaimana konsep Asta Brata dapat diterapkan sebagai pedoman kepemimpinan di era VUCA. Permasalahan tersebut dijawab dengan menjabarkan pengertian VUCA, pengertian Asta Brata, dan analisis Asta Brata sebagai pedoman kepemimpinan di era VUCA. Melalui kajian yang dilakukan, ditemukan bahwa terdapat sudut pandang lain dari VUCA yakni VUCA Prime yang bermakna positif. VUCA Prime terdiri atas (Vision, Undertsanding, Clarity, and Agile). Ditemukan juga Asta Brata merupakan konsep kepemimpinan ideal yang didasari peneladanan terhadap sikap unsur dalam alam yakni bumi, air, angin, bulan, matahari, samudra, gunung, dan api. Setelah dilakukan analisis ditemukan bahwa Asta Brata dapat diterapkan sebagai pedoman yang harus dimiliki pemimpin untuk mencapai VUCA Prime. Penerapannya adalah sebagai berikut: sikap air dan bumi dapat digunakan untuk mencapai Vision, sikap lautan dan bulan untuk mencapai Understanding, sikap angin dan api untuk mencapai Clarity, serta sikap gunung dan matahari dapat diterapkan untuk mencapai Agile. Berdasarkan temuan tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa Asta Brata dapat dijadikan alternatif konsep kepemimpinan di era VUCA.   This study examines Asta Brata's leadership style for the VUCA age. Utilizing qualitative research methodologies with data gathering phases, descriptive-analytic analysis, interpretation, and extending the writing step into work. The issue presented in this study is how to apply the Asta Brata idea as a leadership guide in the VUCA age. This issue is addressed by defining VUCA, Asta Brata, and analyzing Asta Brata as a guideline for leadership in the VUCA age. According to the research, another point of view from VUCA, VUCA Prime, has a positive significance. VUCA Prime is made from (Vision, Understood, Clarity, and Agile). It was also discovered that Asta Brata is an ideal leadership concept based on the attitudes of nature's elements, including earth, water, wind, moon, sun, ocean, mountains, and fire. Following an examination, Asta Brata may be used as a guideline for leaders to reach VUCA Prime. Water and earth attitudes can be used to gain Vision; ocean and moon attitudes can be used to gain Comprehension; wind and fire attitudes can produce Clarity; and mountain and sun attitudes can achieve Agile. Asta Brata, based on these findings, can be employed as an alternative leadership idea in the VUCA age. 
Analisis Fungsional Terhadap Kebijakan Pemerintahan Pu Sindok Pada Abad Ke-10 M Hari Fitria Utama; Arif Subekti
PURBAWIDYA: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Vol. 12 No. 1 (2023): Vol. 12 (1) Juni 2023
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/purbawidya.2023.162

Abstract

Many inscriptions from Pu Sindok's reign (929–948) can be discovered across eastern Java. The researchers have found 23 inscriptions with year dates that detail the laws that were in effect under Pu Sindok's rule. Policies are written in the inscriptions as sima makudur and sima punpunan. Because there are so many sources in these inscriptions, it is possible to recreate historical events under Pu Sindok's reign and assess his implemented policies. This article uses Robert K. Merton's functional analysis to examine Pu Sindok's policies. The outcomes of this article's descriptive qualitative research techniques and astabrata parameters are the manifest, latent, and dysfunctional functions of Pu Sindok's policies. Keywords: Pu Sindok; functional analysis; policies