This Author published in this journals
All Journal TARBIYATUNA
Imron Fauzi
Universitas Islam Negeri Kiai Achmad Siddiq Jember, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Inovasi Evaluasi Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Menggunakan Aplikasi Kahoot di MAN 2 Probolinggo Imron Fauzi
Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 16 No. 1 (2023): FEBRUARI
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/tarbiyatuna.v16i1.2132

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui desain inovasi menggunakan aplikasi Kahoot, penerapan aplikasi Kahoot dan juga hambatan hambatan yang di alami dalam evaluasi menggunakan aplikasi Kahoot. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif Studi kasus. Lokasi penelitian yang dipilih adalah di MAN 2 Probolinggo, karena memiliki keunikan dibanding dengan lembaga pendidikan lainnya yakni inovasi aplikasi Kahoot yang digunakan dalam evaluasi pembelajaran. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, serta dokumentasi. Teknik analisis menggunakan proses kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menemukan bahwa tahapan pengembangan evaluasi pembelajaran SKI menggunakan aplikasi Kahoot melalui tiga tahapan yakni mengembangkan indikator, merumuskan kisi-kisi soal yang disesuaikan dengan Kompetensi Dasar, kemudian memasukkan soal yang telah dibuat ke dalam aplikasi Kahoot. Pelaksanaan evaluasi berbasis Kahoot melalui tiga tahapan, yakni pada kegiatan pembuka diawali dengan salam dan doa, pada kegiatan inti dilakukan evaluasi pembelajaran menggunakan aplikasi Kahoot, kemudian pada kegiatan penutup diakhiri dengan refleksi dan doa. Faktor penghambat pada evaluasi berbasis Kahoot terdapat empat hambatan yakni: pembuatan soal sesuai indikator dan kisi-kisi membutuhkan waktu yang relatif lama; masih banyak guru yang belum dapat mengoprasikan aplikasi Kahoot; seringkali peserta didik lupa membawa handphone; masih minimnya fasilitas pendukung; serta jaringan internet yang sering gangguan.