Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN REWARD DAN PUNISHMENT UNTUK MENINGKATKAN KEBERHASILAN PENDIDIKAN KARAKTER DI SEKOLAH DASAR Aji Budiarso
Education : Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol 3 No 1 (2023): Maret : Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi - Studi Ekonomi Modern

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (854.476 KB) | DOI: 10.51903/education.v3i1.289

Abstract

Usaha memperbaiki kualitas pendidikan tidak lepas dari pentingnya implementasi pendidikan karakter. Pendidikan karakter merupakan sebuah usaha guna mendidik anak-anak supaya dapat mengambil keputusan secara bijak dan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga nantinya mereka dapat memberi pengaruh yang positif kepada diri dan lingkungan sekitarnya. Perilaku anak-anak yang terkadang keluar dari kodratnya termasuk hal yang menjadi bagian dari pendidikan karakter. Pada praktiknya perlu upaya yang dilakukan oleh unsur pendidikan yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam upaya mensukseskan tujuan pendidikan karakter melalui berbagai macam metode dan stategi pembelajaran yang dapat menstimulus anak untuk belajar dan berkembang sesuai harapan. Hal ini selaras dengan keefektifan penggunaan reward serta punishment sehingga memberi dampak yang lebih baik bagi keberhasilan pendidikan karakter pada anak usia sekolah dasar.
ANALISIS KEBUTUHAN PENGEMBANGAN MEDIA GUNA MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA KELAS VI SD Aji Budiarso
Seminar Nasional Teknologi dan Multidisiplin Ilmu (SEMNASTEKMU) Vol 2 No 2 (2022): SEMNASTEKMU
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/semnastekmu.v2i1.177

Abstract

This activity is the beginning of efforts to develop learning media to provide a significant increase in motivation and success in learning grade VI mathematics in three elementary schools of Gajah Mada Sarwas Cluster 1, Pemalang District. For the method itself, it uses descriptive qualitative with several research tools, namely observation, interviews, questionnaires, the last one is document analysis from various assessments. Then the techniques used in data analysis include data reduction, data presentation, and conclusion making. Based on the results of the initial study, it can be seen that student motivation in learning and student learning outcomes in mathematics lessons are very low. The average class only reaches 68. The lack of facilities and infrastructure, inadequate learning environment conditions, and low support from parents are some of the causes of the lack of optimal application of learning media that can be said to be in accordance with the situation of students in general. This research activity can be a data on the initial needs of developing learning media in schools so that class VI students are more motivated in participating in teaching and learning activities at school so that learning outcomes are included in the good category.
SIKAP DAN PROFESIONALISME GURU DALAM MENGHADAPI PENDIDIKAN DI ERA GLOBAL Aji Budiarso
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN DAN AGAMA Vol. 3 No. 2 (2022): November : SEMNASPA
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik (STPKat) Santo Fransiskus Assisi Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/semnaspa.v3i2.182

Abstract

Sikap yang diharapkan dari seorang guru beserta professionalismenya begitu dibutuhkan ketika menghadapi permasalahan pendidikan di era globalisasi sekarang ini. Tugas guru tidak hanya mengajar, tetapi juga mendidik, mengasuh, membimbing dan membentuk kepribadian setiap siswa untuk menyiapkan dan mengembangkan sumber daya manusia. Bergesernya fungsi guru yang sebenarnya akan mudah tergeser secara perlahan, jika guru keliru memandang dan memahami profesinnya. Sehingga akan terjadi hubungan yang tidak seimbang dalam pembelajaran diskolah. Antara siswa dan guru saling acuh tak acuh, tidak membahagiakan serta membosankan. Pembelajaran yang seharusnya efektif dan menyenangkan menjadi keluar dari konteks yang diharapkan.