Zulkipli Lessy
Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Self Awareness Dalam Perilaku Sosial Altruisme Di Era Sosial Media: Studi Jama’ah Masjid Al-Azhar Yogyakarta Muhammad Nizar Hasan; Faris Naufal Ali; Zulkipli Lessy
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.13423

Abstract

Pada era media sosial saat ini terjadi berbagi tantangan kehidupan dalam masyarakat yang dipengaruhi berbagai hal terutama media sosial yang dapat memberikan sebuah dampak kepada self awareness atau kesadaran diri individu dalam masyarakat. Kesadaran diri yang baik dapat mempengaruhi individu dalam kehidupan sosial yang mengarah kepada nilai-nilai pro-sosial yang diwujudkan dalam bentuk praktek altruisme. Penelitian ini mengkaji tentang bagaimana praktek altruisme dan bagaimana tantangan kesadaran diri atau self awareness jama’ah Masjid Al-Azhar Suryowijayan terhadap altruisme. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menujukan bahwa praktek aktifitas sosial altruisme di Masjid Al-Azhar dipengaruhi oleh nilai-nilai agama dan moral, nilai keteladanan dari para pendahulu, nilai nasionalisme atau pratioristik yang dimiliki oleh para jama’ah, dan dampak positif era media sosial. Praktek altruisme Masjid Al-Azhar telah terlaksana dengan berbagai program maupun kegiatan diantaranya yaitu gerakan ta'awun, pasar sayur gratis, program jumat barokah, berbagi sembako bulanan, berbagi nasi setiap senin, layanan wifi gratis dan program tanggap bencana. Altruisme merupakan bagian bermakna bagi jama’ah masjid Al-Azhar, namun menujukkan kesadaran saling berbagi tanpa pamrih muslim Indonesia.
Analisis Personal Branding dan Keputusan Childfree pada Followers Gita Savitiri Devi Muhamad Fajar Bastian; Isnaini Isnaini; Zulkipli Lessy
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.13929

Abstract

Akhir-akhir ini sedang viral seseorang yang memiliki akun Youtube yang biasa kita sebut dengan Youtuber asal Indonesia yang sedang tinggal di Berlin, Jerman, bernama Gita Savitri Devi atau sering dipanggil Gitasav. Opininya terhadap isu dunia sekitar salah satunya adalah mengenai isu childfree. Pola pikir mengenai childfree yang berbeda yang ia tampilkan di sosial media dan menurut kebanyakan masyarakat keputusan memilih childfree merupakan sesuatu yang dianggap kontroversial mampu membuat Gitasav dikenal dengan cepat. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif metode reception analysis yang merupakan paradigma interpretatif dalam memahami alasan para pelaku atau responden terhadap tindakan sosial yang dilakukan untuk mengkonstruksi kehidupan dan makna yang diberikan pada kehidupan. Dengan dua informan penelitian yang memunculkan hasil bahwa, satu dari informan merasakan adanya pengaruh personal branding dari seorang Gitasav yang mengikuti alasan dalam memilih childfree atas dasar bahwa memiliki anak merupakan sebuah tanggung jawab yang besar, ingin berfokus pada karis, tidak ingin membebani anak dan perlu persiapan yang matang ketika memilih mempunyai anak. Sedangkan informan kedua tidak begitu merasakan pengaruh personal branding seorang Gitasav, dan memilih childfree karena adanya alasan kondisi psikologis yang membuat informan harus untuk memilih childfree.