Richard Adiputra Tadu
STT Mawar Saron Lampung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PELANGGARAN KEKUDUSAN JANJI NAZIR SIMSON SEBAGAI PERINGATAN BAGI ORANG KRISTEN MASA KINI Serepina Hasibuan; Richard Adiputra Tadu
The Way: Jurnal Teologi dan Kependidikan Vol. 9 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Bethel The Way Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54793/teologi-dan-kependidikan.v9i1.107

Abstract

Nazirite is one of the distinctive statuses found in the Old Testament. However, the concept of Naziriteship in the Old Testament is still rarely discussed. Reviewing one of the Nazirs in the Old Testament, namely Samson, creates a lot of confusion because his Nazirite status contradicts his behavior. Therefore, this article is about to examine Samson's destiny and how wicked his behavior was. Then was the suffering at the end of his life related to the breaking of his Nazi vows. This study uses a descriptive qualitative method that examines the text in narrative form and reflects on it for today's Christians. The results obtained from this study are that Samson clearly violated the sanctity of his vows so that he received God's punishment. But on the other hand, God's grace is still there for Samson especially for the people of Israel. Furthermore, today's Christians are God's Nazirs who must reflect God's holiness in living in this world. The promise of self-sanctification must not be broken so that we are not punished by God.
NILAI-NILAI PENGAJARAN ALLAH DARI KISAH HIDUP GIDEON Serepina Hasibuan; Richard Adiputra Tadu
MAWAR SARON: Jurnal Pendidikan Kristen dan Gereja Vol. 6 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Mawar Saron Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62240/msj.v6i1.49

Abstract

Kitab Hakim-Hakim ditulis secara aktual yang menggambarkan masa gelap bangsa Israel bahkan pemimpin-pemimpinnya. Hanya sebagian kecil, cerita positif yang bisa diangkat dari kisah hidup para hakim. Namun, apakah tidak ada nilai-nilai pengajaran Allah dalam kisah Hakim-Hakim? Misalnya, kisah hidup Gideon. Sebagian penafsir beranggapan Gideon tidak cocok dicontoh sebagai pemimpin rohani karena tidak tampak kewibawaan atau karismanya sebagai seorang pemimpin rohani. Banyak yang beranggapan bahwa Gideon hanyalah seorang peragu dan penakut (Hak. 6-8). Negosiasinya dengan Allah berulang kali menandakan dirinya memang kurang percaya diri atau bahkan dapat dikatakan kurang mempercayai kuasa Allah. Melalui artikel ini, peneliti tertarik membahas kisah hidup Gideon khususnya dalam hal menemukan nilai-nilai pengajaran Allah melalui diri Gideon. Penelitian ini mengunakan metode kualitatif dengan pendekatan hermeneutika. Instrumen dalam penelitian ini adalah buku-buku, artikel dan dokumen lain yang sesuai dengan topik pembahasan. Dari hasil ulasan kisah Gidoen dalam Hakim-Hakim 6-8, peneliti menemukan beberapa nilai pengajaran Allah melalui diri Gideon yang dapat dipelajari dan dijadikan pedoman nilai hidup kristiani masa kini yakni: penyembahan Gideon kepada Allah, ketaatan Gideon kepada Allah dan ketergantungan Gideon kepada Allah.