Lidya Wati Evelina
Bina Nusantara University Jl. K H. Syahdan No. 9, Palmerah, Jakarta 11480 - Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Model Komunikasi Personal Branding Professional Selegram Lidya Wati Evelina
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/wartaiski.v6i1.180

Abstract

Fenomena Selegram muncul karena para pengguna media sosial instragram terutama generasi muda  ingin memanfaatkan follower nya untuk mendapatkan penghasilan dari produk atau jasa. Urgensi penelitian ini adalah mengetahui penerapan model komunikasi personal branding selegram dengan tujuan komersil.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan desain penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan salah satu selegram. Penelitian ini juga menggunakan teori Fundamental Interpersonal Relations Orientation dalam memenuhi kebutuhan interpersonal seorang selebriti dan strategi dalam proses membangun personal branding sebagai selegram. Hasil dari penelitian ini adalah menghasilkan model komunikasi to be Professional Selebgram. Hal pertama yang harus dilakukan adalah menentukan positioning dengan menampilkan spesialisasi bidang, menampilkan kepribadian yang ingin ditonjolkan, karakter yang ingin dibentuk dan perilaku yang sesuai dengan branding yang diinginkan. Setelah itu, bangun kepercayaan dengan menciptakan diferensiasi konten yang memiliki visibilitas, nilai tambah, fokus pada bidang kehidupan yang dibutuhkan banyak orang, konsisten pada tone postingan dan dikemas secara kreatif. Kemudian lakukan keterlibatan pengikut dengan menawarkan solusi, memenuhi kebutuhan emosional, dan memberikan edukasi dan kontribusi sosial yang bermanfaat dan banyak dibutuhkan orang. Temuan dalam penelitian ini adalah untuk menjadi seorang selebriti di media sosial harus konsisten dan menjunjung tinggi kejujuran dengan berani membatalkan kerjasama jika terbukti brand yang dipromosikan tidak sesuai dengan personal branding yang sudah dibangun. Hal penting lainnya adalah membangun relasi yang baik dengan para follower melalui respons yang cepat terhadap pertanyaan ataupun tanggapan dari para follower sehingga menimbulkan kesan positif.