Ayi Tansah Rohaeti
Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Banten

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Penyebab Kematian Neonatal di Kabupaten Lebak Tahun 2019 Ayi Tansah Rohaeti; Nani Yuningsih; Tutik Iswanti
Journal of Midwifery and Health Research Vol 1 No 1 (2022): Journal of Midwifery and Health Research
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.788 KB) | DOI: 10.36743/jmhr.v1i1.417

Abstract

Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan salah satu indikator kesehatan masyarakat yang masih menjadi masalah utama di Indonesia. Target penurunan AKB dalam Sustainable Development Goals 2030 adalah 12 per 1.000 kelahiran hidup. Peningkatan akses dan kualitas pelayanan bayi baru lahir (neonatal) menjadi prioritas utama. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penyebab kematian neonatal di Kabupaten Lebak periode Januari hingga Desember 2019. Metode penelitian menggunakan data sekunder dan merupakan studi epidemiologi analitik dengan asfiksia dan berat badan lahir rendah sebagai variabel independen. Variabel dependen adalah kematian neonatal. Rancangan penelitian case control, variabel dependen dan independen dikumpulkan pada waktu yang sama pada bulan Agustus 2020 sampai dengan Desember 2020. Instrumen yang digunakan adalah formulir isian. Populasi penelitian adalah seluruh kematian neonatal akibat asfiksia dan berat badan lahir rendah di Kabupaten Lebak periode Januari – Desember 2019 dengan jumlah sampel 255 sampel penelitian. Uji statistik chi-square menunjukkan bahwa ada hubungan antara umur (P=0.048, OR=2.8), pendidikan (P=0.000 OR=0.4), paritas (P=0.049 OR=1.2), pengasuh (P=0.000 OR= 8 ,6), tempat persalinan (P=0.025 OR=4.0) dengan kejadian kematian neonatal akibat BBLR dan asfiksia di Kabupaten Lebak Tahun 2019. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kematian neonatal akibat BBLR di Kabupaten Lebak Tahun 2019 berhubungan dengan umur ibu, pendidikan ibu, paritas, pengasuh dan tempat persalinan.. Kesimpulan kedua kematian neonatus akibat asfiksia di Kabupaten Lebak tahun 2019 berhubungan dengan penolong persalinan dan tempat persalinan
Pemberdayaan Ibu dengan Balita Gizi Kurang dalam Upaya Pencegahan Stunting di Desa Sangiang Tanjung Kecamatan Kalanganyar Tahun 2023 Ayi Tansah Rohaeti
Jurnal Menara Pengabmas Vol 2 No 1 (2024): Vol 2 No 1 (2024) : Jurnal Menara Pengabmas
Publisher : POLTEKKES KEMENKES BANTEN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/jmp.v2i1.660

Abstract

Stunting is a chronic malnutrition problem caused by a lack of nutritional intake over a long period of time resulting in growth disorders in children, namely the child’s height is lower or shorter than the agestandard. Based in the results of the Indonesian Nutrition Status Study (SSGI) of the ministry of Health, the prevalence of stunting in toddlers is 24,4% in 2021. This means that almost a quarter of Indonesian toddlers are stunted. The national stunting rate shows an improvement, down by 3,3 % from 27,7%. This research aims to identify the knowledge and skills of mothers of undernourished toddlers in an effort to prevent stunting through identifying nutritional status, screening malnourished toddlers using antrhropometric measurements. It is hoped that mothers of malnourished toodlers will be able to increase their knowledge and sills about stunting so that they can invite other mothers to play an active role in preventing stunting.