Lutfiah Sahabuddin
Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat, Jl. Diponegoro No.39 Palu 94221, Sulawesi Tengah, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN, PENDIDIKAN DAN SOSIO- EKONOMI BUMIL KEK DI PUSKESMAS TALISE, PUSKESMAS SINGGANI DAN PUSKESMAS KAWATUNA 2021 Lutfiah Sahabuddin; Moh. Rizal Mustapa
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 1 (2023): April
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v5i1.112

Abstract

Kekurangan Energi Kronik (KEK) adalah keadaan dimana wanita mengalami kekurangan gizi yang berlangsung lama atau menahun. KEK ditandai dengan hasil pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) kurang dari 23,5 cm. Tiga faktor utama indeks kualitas hidup yaitu pendidikan, kesehatan dan ekonomi. Faktor-faktor tersebut erat kaitannya dengan status gizi masyarakat yang dapat digambarkan terutama pada status gizi anak balita dan wanita hamil. Oleh karena itu tingkat pengetahuan, Pendidikan dan sosio-ekonomi dapat mempengaruhi terjadinya kejadian KEK. Penelitian ini bertujuan ntuk mengetahui Gambaran Tingkat Pengetahuan, Pendidikan Dan SosioEkonomi Ibu Hamil Kekurangan Energi Kronik Di Puskesmas Talise, Puskesmas Singgani Dan Puskesmas Kawatuna Tahun 2021. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kategorik dengan pendekatan cross sectional dengan kriteria ibu hamil Kekurangan Energi Kronik di wilayah kerja Puskesmas Talise, Puskesmas Singgani, Puskesmas Kawatuna Palu. Tingkat pengetahuan didapatkan tingkat pengetahuan cukup terbanyak sebanyak 5 subjek (50%), tingkat pengetahuan kurang sebanyak 3 subjek (30%), dan dengan hasil paling sedikit yaitu tingkat pengetahuan baik dengan 2 subjek (20%), tingkat pendidikan didapatkan subjek dengan pendidikan terakhir terbanyak adalah tingkat SMA dengan 3 subjek (30%), tingkat perguruan tinggi 2 subjek (20%), tingkat SMP 2 subjek (20%), tingkat SD 2 subjek (20%), dan tidak tamat SD 1 subjek (10%), tingkat sosio-ekonomi didapatkan subjek dengan pendapatan tinggi diatas Upah Minimum Kota 2020 sebanyak 4 subjek (40%), dan subjek dengan pendapatan rendah dibawah Upah Minimum Kota sebanyak 6 subjek (60%). Tingkat pengetahuan ibu hamil yang menderita Kekurangan Energi Kronik di Puskesmas Talise, Puskesmas Singgani, dan Puskesmas Kawatuna didapatkan cukup, tingkat pendidikan di dapatkan SMA dan tingkat sosioekonomi di dapatkan di bawah UMK.
KARAKTERISTIK DEMOGRAFI PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAWATUNA PALU TAHUN 2022 Della Amalia; Lutfiah Sahabuddin; Sitti Atikah
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 1 (2023): April
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v5i1.118

Abstract

Hipertensi adalah keadaan peningkatan tekanan darah diatas batas normal yaitu 140/90mmHg yang dapat memberikan gejala yang bervariasi pada masing-masing individu. Menurut data dari World Health Organization (WHO) menunjukkan prevalensi hipertensi sebesar 22% dari total penduduk dunia. Asia Tenggara berada di posisi ke tiga sebesar 25% terhadap total penduduk. Presentasi penyakit hipertensi di kota Palu tahun 2019 sebesar 36%. Presentase penyakit hipertensi pada tahun 2019 di Puskesmas Kawatuna sebesar 12, 3% sedangkan pada tahun 2020 sebesar 16, 9%. Penyakit hipertensi merupakan urutan ke 2 (dua) dari daftar 10 penyakit tertinggi dengan peningkatan yang cukup signifikan di Puskesmas Kawatuna sejumlah 1357 pasien (16,9%). Proporsi hipertensi berdasarkan pengukuran menunjukkan bahwa kelompok perempuan memiliki proporsi lebih besar dibandingkan laki-laki, kelompok umur juga mempengaruhi proporsi hipertensi dimana prevalensinya meningkat seiring peningkatan umur. Masih rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai penyebab hipertensi serta kebiasaan masyarakat sehingga bagaimana karakteristik demografi penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Kawatuna Palu Tahun 2022?. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik demografi penedrita hipertensi di wilayah kerja puskesmas kawatuna. Desain penelitian yang digunakan adalah survei Deskriptif Kuantitatif dengan memberikan gambaran secara rinci dari variabel yang di teliti tanpa membuat suatu perbandingan atau hubungan dengan variabel lain. Mayoritas penderita hipertensi berusia 51-65 tahun sebanyak 42 (45.2%) orang. Mayoritas penderita hipertensi berjenis kelamin perempuan sebanyak 68 (73.1%) orang. Mayoritas penderita hipertensi memiliki pendidikan tamat SLTA sebanyak 41 (44.1%) orang. Mayoritas penderita hipertensi memiliki pekerjaan adalah tidak bekerja/IRT sebanyak 29 (31.2%) orang. Mayoritas penderita hipertensi berusia 51-65 tahun, berjenis kelamin perempuan, memiliki pendidikan tamat SLTA sebanyak 41 (44.1%) orang, dan tidak bekerja/IRT sebanyak 29 (31.2%) orang.