Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hermeneutical Study of Surah al-Baqarah Verse 177 "Al-Birru Wa at-Taqwa" in the Book of Anwar At-Tanzil Wa Asrar At-Ta'wil Hilyati Aulia -
AQWAL Journal of Qur'an and Hadis Studies Vol. 1 No. 2 (2020)
Publisher : IAT dan ILHA, UIN KH ABDURRAHMAN WAHID

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.169 KB) | DOI: 10.28918/aqwal.v1i2.7071

Abstract

The process of understanding is a natural process that will be experienced by all human beings. Including the mufassir can not be separated from the activity of understanding. In the study of the Koran, active understanding activities are carried out, including Imam al-Baidawi. Anwar At-Tanzil Wa Asrar At-Ta'wil is a book that has received a lot of praise and criticism from scholars. This paper is intended to find out the hermeneutical thoughts of Imam al-Baidawi and his interpretation related to surah al-Baqarah verse 177 because at first glance the public sees this verse as a postulate for moving the Qibla from the Aqsa Mosque to Mecca, namely the direction of the Kaaba. This article is a qualitative type of article with a Schleiermacher hermeneutic approach. The subject of this article is the hermeneutical thinking of Imam al-Baidawi and sura al-Baqarah verse 177. The research results of this article are hermeneutical thinking in the art of understanding Imam al-Baidawi with a subjective view by using grammatical interpretation and prejudice of the mufassir based on his experience and al-birr in Surah al-Baqarah verse 177 means obeying all God's commands is a virtue which then gives birth to muttaqun indicators.
Kajian Kritis Eksistensialisme pada Kaidah Penafsiran Salaf dalam Kitab Qawāid At-Tafsir Jam’an Wa Dirāsatan Hilyati Aulia -
Islamic Studies Journal for Social Transformation ISJOUST Vol 6, No 1, 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.16 KB) | DOI: 10.28918/isjoust.v6i1.7049

Abstract

Kaidah tafsir tidak dapat dipisahkan dari tafsir al-Quran. Tafsir al-Quran selalu berhubungan dengan konteks yang menaungi sebuah masyarakat. Kaidah tafsir mempunyai urgensi wajib dipelajari agar seorang mufassir tidak jatuh pada kesalahan dalam penafsiran. tetapi seringkali terdapat kaidah-kaidah yang mendapatkan klaim secara sepihak bahwa pendapat ulama salaf wajib diikuti tanpa membaca keterangan kaidah itu lebih lanjut. Klaim sepihak ini dan pengetahuan yang hanya sekilas dan sifatnya terbatas kulit saja yang kemudian membuat hasil tafsir terperangkap dalam absolutisme. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui semangat eksistensialisme menurut Nietzche dan bagaimana kandungan eksistensialisme pada kaidah penafsiran salaf dalam kitab Qawaid at-Tafsir Jam’an wa Dirasatan. Artikel ini termasuk jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan library research dengan menggunakan teori Eksistensialisme Nietzche. Subjek dari penelitian ini adalah kaidah-kaidah penafsiran salaf dalam kitab Qawaid at-Tafsir Jam’an wa Dirasatan. Data akan dikumpulkan menggunakan teknik dokumentasi dan data akan diolah menggunakan systematic literature review. Hasil dari penelitian ini adalah Ketiga kaidah penafsiran salaf dalam Kitab Qawaid at-Tafsir Jam’an wa Dirasatan secara tersirat mengindikasikan adanya semangat eksistensialisme. Semangat eksistensialisme meliputi dua hal yaitu menolak absolutisme dan membangkitkan kreatifitas berfikir secara mendalam. Kritik yang dilakukan oleh penulis adalah kritik yang bersifat membangun (konstruktif).