Fitri Angraini
Universitas Sriwijaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EVALUASI PROGRAM PELATIHAN MENJAHIT (KASUS DI UPTD PANTI SOSIAL REHABILITASI ANAK MEMBUTUHKAN PERLINDUNGAN KHUSUS INDRALAYA) Fitri Angraini; Evy Ratna Kartika Waty
Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat (JPPM) Vol 9, No 2 (2022): JURNAL PENDIDIKAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (JPPM)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jppm.v9i2.18433

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi dari program pelatihan menjahit di UPTD Panti sosial rehabilitas anak di indralaya kabupaten ogan ilir, hal tersebut di latar belakangi oleh banyaknya anak yang berusia 7-18 tahun putus sekolah dan sempitnya lapangan pekerjaan dengan jumlah tenaga kerja yang banyak dari pendidikan formal maupun non formal. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif kualitatif dan data penelitian bersumber dari informan, studi kepustakaan dan dokumentasi.Teknik yang digunakan dalam menentukan informan yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi dengan subjek  penelitian adalah kepala UPTD, instruktur menjahit, dua orang peserta didik, dan satu orang alumini peserta didik. dengan menggunakan model evaluasi yang terdiri dalam dimensi input, proses dan output. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu 1. secara input, sudah memenuhi sudah memenuhi kriteria keberhasilan menurut Widiasih dan Suminar dengan 4 indikator yaitu sudah tercapainya kesesuaian perencanaan dangan proses, sudah tercapainya tujuan program, sumberdaya dapat dimanfaatkan secara efektif dan efisien serta mampu memberikan jaminan kesesuaian proses dengan tujuan program. 2.) secara proses, sudah tercapainya 5 dari 6 indikator keberhasilan menurut Mardikato yaitu sudah tercapainya jumlah peserta didik, kehadiran peserta didik, pengembangan ide-ide baru oleh peserta didik, berkurangnya pengangguran serta meningkatnya kemandirian peserta didik. Dan satu indikator yang tidak tercapai yaitu jumlah dana yang dapat digali dari masyarakat hal ini dikarenakan pelatihan ini sepenuhnya menggunakan dana dari APBD sehingga masyarakat tidak mengeluarkan biaya apapun. 3.) secara hasil, sudah tercapaiannya indikator keberhasilan menurut Ahmad Suhaimi dengan 5 indikator didalamnya dan pihak penyelenggara telah mampu mencapai tujuan program yaitu memberikan motivasi kepada anak putus sekolah, merubah pola fikir, dan memberikan keterampilan agar dapat bersaing didunia kerja. Sehingga dapat disimpulkan dari hasil penelitian ini menunjukan bahwa adanya kesesuaian kriteria dari model evaluasi input, proses dan output namun ada 1 indikator yang belum cukup baik dalam hal jumlah anggaran dana dari APBD. Sehingga adanya evaluasi program ini nantinya akan menjadi pertimbangan bagi para stakeholder dalam membuat kebijakan atau memperbaiki kebijakan yang kurang sesuai pelaksanaannya.