Nurhalimah Nurhalimah
Universitas Tanjungpura

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Makna Simbolik Merah Putih Pada Makanan Untuk Peringatan Bulan Saffar Di Kalangan Etnis Madura Di Desa Sungai Malaya Nurhalimah Nurhalimah
Balale' : Jurnal Antropologi Vol 1, No 1 (2020): Mei 2020
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (787.299 KB) | DOI: 10.26418/balale.v1i1.42793

Abstract

Kajian ini berfokus pada makna simbolik merah putih pada makanan untuk peringatan bulan Saffar di kalangan Etnis Madura di Desa Sungai Malaya, yang dikaji dengan menggunakan metode kualitatif. Makanan merah putih adalah tradisi masyarakat Desa Sungai Malaya yang dilakukan setiap setahun sekali pada bulan Saffar, memiliki makna simbolik. Makanan yang berwarna putih sebagai lambang kesucian, sedangkan makanan yang berwarna merah menunjukkan keberanian Husain dalam melawan pasukan Yazid.  Namun, seiring berkembangnya zaman tradisi ini memiliki perubahan pada jenis makanan yang disajikan.   Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan jenis makanan merah putih dengan jenis makanan lain antar lain adalah pertama: faktor ekonomi, masyarakat etnis Madura Desa Sungai Malaya beranggapan bahwa membuat makanan merah membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Kedua: waktu, membuat makanan merah putih tentu membutuhkan waktu yang lumayan lama oleh karena itu masyarakat cenderung memilih mengganti dengan jenis makanan lain yang membutuhkan waktu lebih sedikit. Ketiga: praktis, ketika masyarakat etnis Madura di Desa Sungai Malaya membuat makanan dengan jenis yang berbeda dengan biasanya tempat atau wadah untuk membagikan kepada tetangga dapat menggunakan mika atau kotak makanan sedangkan jika menggunakan jenis makanan merah putih dengan jenis bubur maka akan kesulitan untuk membawa dan dibagikan kepada tetangga sekitar.