Mustakim Mustakim
Universitas Tanjungpura

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGOBATAN TRADISIONAL MENGGUNAKAN MEDIA DAUN SIRIH PADA ETNIS MADURA DI DESA WAJOK HILIR KECAMATAN SIANTAN KABUPATEN MEMPAWAH Mustakim Mustakim
Balale' : Jurnal Antropologi Vol 1, No 1 (2020): Mei 2020
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (729.205 KB) | DOI: 10.26418/balale.v1i1.42802

Abstract

Pengobatan Tradisional menggunakan media daun sirih merupakan bagian dari kebudayaan masyarakat Madura. Masyarakat Madura adalah masyarakat yang masih mempertahankan tradisi para leluhur dan masih dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu tradisiĀ  yang di lakukan masyarakat Madura di Desa Wajok Hilir yaitu: Pengobatan Tradisional dengan menggunakan daun sirih atau dalam kalangan madura disebut pengobatan tradisional asempur. Dalam pengobatan tradisional ini seorang tukkon (battra) merupakan orang yang sudah ahli didalam bidang nya, mendapatkan ilmu pengobatan dari turun temurun.Akar permasalahan dalam penelitian ini, masih banyak tradisi pengobatan tradisional ini yang digunakan oleh masyarakat Madura akan tetapi terdapat kurang pengetahuan generasi saat ini akan makna simbolik yang terkandung dalam pengobatan tradisional tersebut.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengobatan tradisional menggunakan daun sirih sudah ada sejak lama di pulau madura Jawa Timur serta asal usul pengobatan tradisional ini bermula dari kisah nabi Musa AS yang menderita penyakit begitu lama sehingga mendapatkan petunjuk dari Allah SWT untuk mengobati penyakitnya dengan menggunakan daun sirih yang mempunyai makna yang terkandung didalamnya. Faktor- faktor masyarakat madura menggunakan pengobatan tradisional daun sirih antara lain adalah Pertama: Faktor Ekonomi, ekonomi menjadi faktor utama masyarakat Madura masih menggunakan pengobatan tradisional asempur, karena biaya pengobatan yang begitu murah dan di anggap cepat untuk menyembuhkan penyakit. Kedua:Waktu, menjadi salah satu alasan mengapa masyarakat etnis Madura di desa Wajok Hilir masih menggunakan pengobatan ini, karena tak mempersulit untuk pergi ke lokasi pengobatan yang begitu jauh. Ketiga: Praktis, dalam pengobatan ini tidak terlalu mempersulit pasien dan tidak banyak syarat yang harus dipenuhi, sehingga masyarakat Madura masih senang dengan menggunakan pengobatan ini.