Pandemi COVID-19 Omicron mulai ditemukan di berbagai negara sejak 2022, yang berpotensi menimbulkan kenaikan kasus di Indonesia. Pemerintah Indonesia menetapkan dan terus mengembangkan protokol kesehatan untuk mencegahnya. COVID-19 pasti akan mereda namun tidak menghilang sepenuhnya. Penurunan kasus dapat menurunkan kesadaran masyarakat. Peneliti melihat bahwa kesiapan dan kelengkapan masyarakat perlu diukur untuk mencegah kenaikan kembali kasus COVID-19 di Indonesia. Pengumpulan data menggunakan wawancara melalui kuesioner Google Form tentang diri responden, kelengkapan Alat Pelindung Diri (APD), perilaku selama pandemi COVID-19, dan pandangan akan endemi. Hasil penelitian menunjukkan 45 responden wanita dan 64 responden pria dengan mayoritas pendidikan terakhir SMA memiliki tingkat kesadaran dengan persentase 68,17%. Analisis data secara deskriptif dilakukan dengan mengolah data dan membuat tabulasi data, kemudian menganalisis nilai statistiknya dengan Data Analysis Microsoft Excel. Mean semua variabel adalah 4,09 dari 6, berarti kesadaran masyarakat Indonesia sudah baik masih dapat ditingkatkan. Nilai error yang di bawah 0,01 menunjukkan bahwa sampel yang diambil dinyatakan dapat mewakili populasi. Hasil uji inferensial menunjukan bahwa perbedaan jenis kelamin berpengaruh signifikan terhadap kesadaran akan protokol kesehatan, perbedaan tingkat pendidikan tidak berpengaruh signifikan terhadap protokol kesehatan. Uji korelasi yang dilakukan antara gender dengan tingkat kesadaran menunjukkan hubungan negatif yang tidak begitu kuat, sedangkan korelasi antara pendidikan dengan tingkat kesadaran menunjukkan hubungan yang sangat lemah. Berdasarkan uji hipotesis, semua variabel bebas berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat. Kata Kunci: Alat Pelindung Diri; Protokol Kesehatan; Omicron